Kemarau Datang, Polres Semarang Rajin Patroli Hutan
Kamis, 13 Agustus 2020 - 21:12 WIB
loading...
Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono saat patroli di hutan di wilayah Kecamatan Sumowono, Kamis (13/8/2020). Foto: IST
A
A
A
SEMARANG - Jajaran Polres Semarang menggiatkan patroli di kawasan hutan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, pada musim kemarau ini, karhutla menjadi salah satu perhatian kepolisian. Karena itu, jajaran Polres Semarang melakukan langkah antisipasi dini dengan menggiatkan patroli hutan.
"Tadi siang saya beserta sejumlah anggota melakukan pengecekan dan patroli hutan di Sumowono. Wilayah Kabupaten Semarang cukup banyak lahan warga dan hutan. Ini harus dipantau guna mengantisipasi kebakaran," kata Kapolres seusai patroli.
Menurut Kapolres, tujuan patroli hutan dilakukan untuk memudahkan anggota dalam proses evakuasi korban apabila terjadi Karhutla. "Selain itu kita juga petakan jalur-jalur khusus, sumber air terdekat untuk pemadaman serta bahan lain diluar air yang tersedia di alam liar," katanya.
Pihaknya menyatakan, masyarakat terutama para pendaki maupun pemilik lahan yang berada di wilayah Kabupaten Semarang untuk tidak sembarangan membuat api. Jika terpaksa membuat sumber api diharapkan mematikannya sebelum turun atau meninggalkan lokasi, baik dengan air atau menutup menggunakan tanah.
Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, pada musim kemarau ini, karhutla menjadi salah satu perhatian kepolisian. Karena itu, jajaran Polres Semarang melakukan langkah antisipasi dini dengan menggiatkan patroli hutan.
"Tadi siang saya beserta sejumlah anggota melakukan pengecekan dan patroli hutan di Sumowono. Wilayah Kabupaten Semarang cukup banyak lahan warga dan hutan. Ini harus dipantau guna mengantisipasi kebakaran," kata Kapolres seusai patroli.
Menurut Kapolres, tujuan patroli hutan dilakukan untuk memudahkan anggota dalam proses evakuasi korban apabila terjadi Karhutla. "Selain itu kita juga petakan jalur-jalur khusus, sumber air terdekat untuk pemadaman serta bahan lain diluar air yang tersedia di alam liar," katanya.
Pihaknya menyatakan, masyarakat terutama para pendaki maupun pemilik lahan yang berada di wilayah Kabupaten Semarang untuk tidak sembarangan membuat api. Jika terpaksa membuat sumber api diharapkan mematikannya sebelum turun atau meninggalkan lokasi, baik dengan air atau menutup menggunakan tanah.
Lihat Juga :