Pembelotan Pejabat Istana Pajang ke Panembahan Senopati Bikin Joko Tingkir Galau

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:13 WIB
loading...
Pembelotan Pejabat Istana...
Potret Raja Kerajaan Pajang Hadiwijaya alias Joko Tingkir. Foto/Ilustrasi
A A A
Dua tahun tak juga menghadap ke Kerajaan Pajang membuat sang sultan gelisah. Apalagiadalaporan dari para bupati dan kepala daerah di sekitar Pajang yang melihat Mataram di bawah Senopati mulai membangun kekuatan.

Benteng megah telah berdiri di wilayah bekas Alas Mentaok, yang masih menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Singasari. Alhasil dari laporan itulah membuat Sultan Pajang Hadiwijaya alias Joko Tingkir mengirimkan utusan untuk kedua kalinya.

Utusan kedua kali ini dipilih sosok yang lebih kuat dan lebih disegani Panembahan Senopati, yakni putra Sultan Hadiwijaya sendiri Pangeran Benawa, Adipati Tuban, dan Tumenggung Mancanegara.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Bali, Daftar Raja dan Latar Belakang Berdirinya

Pengiriman utusan ini merupakan yang kedua pasca Ki Wuragil dan Ngabehi Wila Marta, pada pertemuan pertama diacuhkan oleh Senopati. Berbeda dengan pengiriman utusan sebelumnya, kali ini pengiriman utusan disertai dengan sejumlah pasukan Pajang.

Dikutip dari “Tuah Bumi Mataram: Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II”, pengiriman utusan dan sejumlah pasukan itu dilakukan diam-diam tanpa sepengetahuan Senopati.

Hal ini dimaksudkan agar Senapati tidak mempunyai kesempatan untuk menutup-nutupi apa yang dilakukannya ketika ketiga utusan tersebut sampai di Mataram.

Tetapi sang penguasa Pajang ini tak memperhitungkanadapengkhianat di internal Pajang sendiri bernama Pangalasan.

Pangalasan sendiri merupakan menteri yang bertugas di Kesultanan Pajang selama bertahun-tahun, dan memiliki kedekatan dengan Sultan Hadiwijaya. Atas dasar hubungan baik ini, Pangalasan kemudian bersedia menjadi mata-mata Senapati di istana Pajang.

Segala informasi yangadadi Pajang, utamanya terkait dengan Mataram, disampaikan oleh Pangalasan kepada Senapati.

Baca Juga: Kehebatan Keris Kiai Betok, Senjata Sakti Pembunuh Sultan Demak Sunan Prawata

Maka, ketika Pangalasan tahu bahwa Sultan Hadiwijaya telah mengirimkan utusan ke Mataram untuk memeriksa kondisi Mataram, ia langsung memberikan informasi itu kepada Senapati.

Sebelum ketiga utusan itu sampai ke Mataram, Pangalasan terlebih dahulu mengutus anak buahnya ke Mataram guna menyampaikan kabar tersebut kepada Senapati.

Mendengar utusan Pajang bakal datang yang dipimpin oleh sang pangeran sendiri, maka Senopati segera mempersiapkan segalanya untuk menyambutnya.Ketika Pangeran Benawa dan rombongannya baru sampai di kampung bernama Randu Lawang.

Senapati sudah memberikan sambutan yang meriah. Senapati kemudian membawa Pangeran Banawa ke Mataram.Di rumah Senapati ini, Pangeran Benawa bersama dengan rombongannya disambut mewah oleh sang tuan rumah.

Segala makanan enak, arak yang terbaik, dan tari - tarian yang indah disuguhkan kepada Pangeran Benawa dan yang rombongannya.

Pada sebuah percakapannya dengan Pangeran Banawa, Senopati mengatakan bahwa apa yang selama ini ia capai di Mataram sepenuhnya karena jasa dan pemberian Sultan Hadiwijaya.

Maka Mataram seluruhnya, kata Senopati kepada Pangeran Benawa, bukan miliknya, melainkan milik Kanjeng Sultan Pajang.Setelah itu, Pangeran Benawa langsung dijamu makan-makanan yang enak. Mereka pun makan bersama dengan orang-orang Mataram.

Setelah perut mereka kenyang, arak pilihan dengan kualitas terbaik pun dihidangkan. Semua pesta pora ini sepenuhnya diperuntukkan untuk memuliakan Pangeran Benawa dan rombongannya.

Sebab, kata Senopati kepada sang pangeran, semua orang Mataram sangat hormat dan tunduk pada Pajang, termasuk kepada Kanjeng Sultan dan keluarganya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Kolaborasi Budaya Nusantara...
Kolaborasi Budaya Nusantara untuk Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan UMKM
Waka BRIN Sebut Pentingnya...
Waka BRIN Sebut Pentingnya Kesetaraan Peradaban Nusantara dengan China
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved