Inkoppas Pastikan Tidak Ada Kendala Ketersediaan Beras di Pasar Tradisional DKI

Sabtu, 17 Februari 2024 - 08:00 WIB
loading...
Inkoppas Pastikan Tidak...
Ketua Harian Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas), Andrian Lame Muhar mengatakan untuk saat ini di sejumlah pasar tradisional di DKI tidak ada kendala ketersediaan beras. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Ketersediaan pangan nasional saat ini dikatakan melimpah dengan banyaknya beras impor yang masuk dan memberikan varian harga yang berbeda-beda. Namun, hal ini dikhawatirkan membuat beras lokal menjadi sangat mahal dan langka.

Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) selaku induk koperasi yang menangani terkait harga-harga kebutuhan sembako dan menghimpun pedagang pasar dan terus berkoordinasi dalam melakukan pemantauan terhadap gejolak harga.

Baca juga: Beras Premium di Ritel Modern Masih Akan Mahal hingga April

"Bulog dan Inkoppas menyalurkan setiap minggu hampir 550 ton dalam setiap minggu, kita salurkan ke Pasar Rawamangun dan beberapa pasar di DKI karena penugasan di Jakarta," ujar Ketua Harian Inkoppas Andrian Lame Muhar dalam keterangannya,Sabtu (17/2/2024).

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kanwil Jawa Barat untuk menyalurkan beras Bulog SPHP, ke daerah-daerah penyangga Jakarta terlebih dahulu seperti Kabupaten Bogor dan Kota Bogor karena beras katanya mulai langka di pasar tradisional Kota Bogor," sambung dia.

Andrian melanjutkan dirinya juga menyalurkan ke Kabupatan Bekasi dan Kota Bekasi sampai dengan Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

"Saat ini sedang berproses, kemarin Inkoppas rapat dengan Kepala Dinas Pangan di Kota Bogor yang berdiskusi penyaluran beras SPHP 50 kg itu harus menggunakan rekomendasi dari Disperindag atau Dinas Pangan," jelasnya.

Dia menjelaskan untuk saat ini di sejumlah pasar tradisional di DKI tidak ada kendala ketersediaan beras. Menurutnya, sejauh ini stok dari Bulog cukup banyak untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bahkan sekarang Bulog mengeluarkan juga beras komersil.

"Untuk beras yang komersil ternyata Inkoppas belum dilibatkan. Tetapi kami meminta ke Bulog untuk Inkoppas dilibatkan dalam beras pengalihan atau beras komersil," paparnya.

Andrian menginformasikan harga beras sudah mulai turun ssetelah sempat mengalami lonjakan. "Tadikan sudah lihat ke pasar kan harga semuanya untuk premium Rp14 ribu, ada Rp13 ribu gitu kan tetapi masih ada sedikit-sedikit naik yah. Tinggal kita banjiri terus saja kalau pasar tradisional sih saya rasa tidak menjadi masalah," tuturnya.

Dia menilai yang menjadi masalah di pasar retail modern. "Dan tadi Pak Dirut Bulog sebelum ke sini kan tadi mendampingi Presiden Joko Widodo di Pasar Induk Cipinang dan sekarang melihat retail modern yang kosong, namun Alhamdulillah dilihat pasar tradisional barangnya ada," jelasnya.

"Untuk saat ini barang-barang beras Bulog SPHP tetap kita salurkan, kita akan meningkatakan terus downline kita, pedagang-pedagang kita yang ada di pasar sambil menunggu instruksi berikutnya dari Bulog dan pemerintah," imbuh Andrian.

Andrian berharap setelah Pemilu 2024 suasana tetap kondusif sehingga pedagang bisa mendapatkan harga-harga pangan yang terjangkau. Tidak hanya beras tapi barang-barang pangan lainnya baik yang hasil importasi maupun dalam negeri.

"Kalau pedagang pasar itu intinya begini, kalau harga naik dia ikut naik, harga turun dia ikut turun. Jadi dia mengikuti alur, tetapi kalau harga terlalu tinggi kan pelanggan atau pembeli akan mengikat kencang ikat pinggang, sehingga omset mereka jadi menurun."

Baca juga: Jokowi: Negara Lain Tak Ada Bansos Beras Seperti Indonesia

"Maka kita harapkan pangan terus bisa stabil harganya bisa terjangkau sehingga pedagang kami bisa berjualan dengan bagus dan baik dengan harga yang bagus konsumen semakin banyak sehingga mereka bisa tumbuh ekonomi kerakyatannya," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Sejarah Baru! Cadangan...
Sejarah Baru! Cadangan Beras Indonesia Tembus 5 Juta Ton
Rekomendasi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved