alexametrics

Gudang Pabrik Berisi Rotan Siap Ekspor di Cirebon Ludes Terbakar

loading...
Gudang Pabrik Berisi Rotan Siap Ekspor di Cirebon Ludes Terbakar
Gudang pabrik rotan milik Dejava Baskets Rattan di Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jabar terbakar, Kamis (19/7/2018) sore. FOTO/iNews/TOISKANDAR
A+ A-
CIREBON - Sebuah gudang pabrik finishing rotan siap ekspor di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ludes terbakar, Kamis (19/7/2018) sore. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, tapi kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kebakaran gudang pabrik rotan milik Dejava Baskets Rattan di Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon berlangsung sangat cepat. Api yang diduga berasal dari kamar mandi dengan cepat membesar lantaran banyak material yang mudah terbakar ditambah kencangnya tiupan angin.

Petugas yang mengerahkan lima unit kendaraan pemadam kebakaran sempat mengalami kesulitan menjangkau titik api yang berada di bagian tengah dan belakang gudang. Besarnya api membuat proses pemadaman berlangsung lama. Petugas baru berhasil menjinakkan amukan si jago merah setelah berjibaku selama hampir dua jam.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cirebon Iis Krisnandar, kebakaran gudang pabrik finishing rotan ini berawal dari adanya percikan api dari kamar mandi atau toilet. Api dengan cepat naik ke atap gudang dan menghanguskan atap terlebih dahulu sebelum akhirnya meluluhlantahkan seisi gudang.



“Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun diduga api berasal dari hubungan pendek arus listrik,” katanya, Kamis (19/7/2018).

Meski menghanguskan seluruh isi gudang yang berisikan dua kontainer rotan siap ekspor ke sejumlah negara di Eropa, kebakaran tidak sampai merenggut korban jiwa. Namun diperkirakan kerugian akibat kebakaran ini mencapai miliaran rupiah.

Gudang Pabrik Berisi Rotan Siap Ekspor di Cirebon Ludes Terbakar

 
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak