alexametrics

Buka Kantor Bersama Polisi China, Eks Kapolres Ketapang Diboyong ke Jakarta

loading...
Buka Kantor Bersama Polisi China, Eks Kapolres Ketapang Diboyong ke Jakarta
Propam Markas Besar Polri langsung membawa mantan Kapolres Ketapang AKBP Sunario ke Jakarta untuk diperiksa di Mabes Polri. Foto saat jajaran Polres Ketapang menyambut Polisi Suzhou China/Ist
A+ A-
KETAPANG - Propam Markas Besar Polri langsung membawa mantan Kapolres Ketapang AKBP Sunario ke Jakarta untuk diperiksa di Mabes Polri. AKBP Sunario diterbangkan ke Jakarta lewat Bandara Rahadi Oesman yang berada di Ketapang, Kalimantan Barat.  

Kabag Penum Divisi Mabes Polri Kombes Pol Syahar Diantono mengatakan, kasus AKBP Sunario ini sudah dimonitor pimpinan Polri dan langkah Kapolres Ketapang ini tidak sesuai dengan mekanisme yang seharusnya.  "Seharusnya kerja sama antar negara itu kewenangan dari Mabes Polri bukan kewenangan Polres maupun Kapolres.  Sehingga Mabes Polri sudah mengeluarkan TR pencopotan yang bersangkutan. Karena tingkatan Kapolres mutasinya  kewenangan Mabes. Sehingga Mabes Polri sudah mencopot jabatan Kapolres Ketapang dalam rangka pemeriksaan," katanya kepada SINDOnews, Jumat (13/7/2018).

Sebelumnya AKBP Sunario diduga akan membuka kantor Polisi Bersama antara Kepolisian Suzhou China dengan Polres Ketapang. Hal ini dibuktikan dengan beredarnya foto plakat berisi kerjasama antara Polres Ketapang dengan Kepolisian Suzhou China. Selain itu juga beredar sesi foto bersama antar jajaran Polres Ketapang dengan Polisi Suzhou China.

Akibatnya Kapolres Ketapang AKBP Sunario langsung dicopot Kapolri yang tertuang dalam telegram rahasia No ST/1726/VII/Kep/2018 yang ditandatangani Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri, Irjen Pol Arief Sulistyanto. Jabatan Kapolres Ketapang pun diserahterimakan kepada AKBP Yury Nurhidayat yang sebelumnya menjabat Kapolres Singkawang.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak