Sri Sultan HB X Terima Undangan Nyoblos dari KPU: Demokrasi Jadi Kebiasaan Masyarakat
Selasa, 13 Februari 2024 - 16:48 WIB
loading...
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menerima kunjungan dari KPU DIY dan Kota Yogyakarta pada Selasa (13/2/2024) di Kraton Kilen. Foto/MPI/Erfan Erlin
A
A
A
YOGYAKARTA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X berharap budaya demokrasi dapat tumbuh subur dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Pemilu adalah pelaksanaan dari demokrasi yang merupakan bagian dari aktivitas budaya.
Hal ini diungkapkan Sri Sultan HB X saat menerima kunjungan dari KPU DIY dan Kota Yogyakarta pada Selasa (13/2/2024) di Kraton Kilen, Yogyakarta.
Baca juga: Sri Sultan HB X Akui Diminta Jembatani Pertemuan Jokowi dengan Megawati
Kedatangan KPU DIY maupun Kota Yogyakarta kali ini untuk mengantarkan undangan peserta Pemilu atas nama Sri Sultan HB X dan keluarga.
Menurut Sri Sultan, Pemilu seperti ini bukan sekedar aspek kedaulatan rakyat dan peristiwa politik. sebagai warga negara mengikuti Pemilu juga berarti melakukan perilaku budaya. Sri Sultan menganggap Pemilu ini peristiwa budaya. Maka, demokrasi juga bisa jadi budaya masyarakat DIY.
"Saya maunya demokrasi itu jadi kebiasaan masyarakat,” kata Sri Sultan.
Raja Keraton Yogyakarta ini menuturkan, budaya berpolitik maupun budaya demokrasi merupakan hak asasi manusia, di mana setiap pilihan bersifat bebas dan rahasia.
Hal ini diungkapkan Sri Sultan HB X saat menerima kunjungan dari KPU DIY dan Kota Yogyakarta pada Selasa (13/2/2024) di Kraton Kilen, Yogyakarta.
Baca juga: Sri Sultan HB X Akui Diminta Jembatani Pertemuan Jokowi dengan Megawati
Kedatangan KPU DIY maupun Kota Yogyakarta kali ini untuk mengantarkan undangan peserta Pemilu atas nama Sri Sultan HB X dan keluarga.
Menurut Sri Sultan, Pemilu seperti ini bukan sekedar aspek kedaulatan rakyat dan peristiwa politik. sebagai warga negara mengikuti Pemilu juga berarti melakukan perilaku budaya. Sri Sultan menganggap Pemilu ini peristiwa budaya. Maka, demokrasi juga bisa jadi budaya masyarakat DIY.
"Saya maunya demokrasi itu jadi kebiasaan masyarakat,” kata Sri Sultan.
Raja Keraton Yogyakarta ini menuturkan, budaya berpolitik maupun budaya demokrasi merupakan hak asasi manusia, di mana setiap pilihan bersifat bebas dan rahasia.
Lihat Juga :