7 Daerah di Jateng Masuk Kategori Rawan Tinggi Pemilu 2024, Pengamanan Ekstra Dikerahkan
Senin, 12 Februari 2024 - 12:22 WIB
loading...
Pj. Gubernur Jateng Nana Sudjana didampingi sejumlah pejabat di Jateng mengadakan konferensi pers usai memimpin Apel Pergeseran Pasukan dalam Rangka Pengamanan Tahapan Pemungutan Suara Pemilu 2024 di Wilayah Hukum Polda Jateng. Foto/Eka Setiawan/MPI
A
A
A
SEMARANG - Sebanyak 7 daerah di Jawa Tengah (Jateng) dikategorikan rawan tinggi dalam Pemilu 2024 yang akan berlangsung lusa, Rabu (14/2/2024). Ketujuh daerah tersebut adalah Kota Semarang, Kabupaten Sukoharjo, Temanggung, Wonosobo, Magelang, dan Kendal.
Pj. Gubernur Jateng, Nana Sudjana, menegaskan bahwa pengamanan ekstra akan diberlakukan di daerah-daerah tersebut. "Kita tambahi dan tingkatkan pengamanan di lokasi-lokasi tersebut," ungkap Nana usai Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pemilu 2024 di Lapangan Pancasila, Semarang, Senin (12/2/2024).
Selain 7 daerah rawan tinggi, 28 daerah lain di Jateng yang dikategorikan rawan sedang dan kurang rawan juga mendapat pengamanan ekstra. Total 117.299 TPS di Jateng akan dijaga oleh 15.647 personel Polri, 3.732 personel TNI, dan 237.882 personel linmas.
Nana Sudjana menekankan komitmen netralitas para petugas dan meminta mereka untuk segera berkoordinasi dengan kepala desa/lurah setempat agar cepat beradaptasi dengan kondisi lokasi tugas.
Baca Juga: Gelar Pasukan, Kapolri Siapkan Strategi Pengamanan Pemilu 2024
Pj. Gubernur Jateng, Nana Sudjana, menegaskan bahwa pengamanan ekstra akan diberlakukan di daerah-daerah tersebut. "Kita tambahi dan tingkatkan pengamanan di lokasi-lokasi tersebut," ungkap Nana usai Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pemilu 2024 di Lapangan Pancasila, Semarang, Senin (12/2/2024).
Selain 7 daerah rawan tinggi, 28 daerah lain di Jateng yang dikategorikan rawan sedang dan kurang rawan juga mendapat pengamanan ekstra. Total 117.299 TPS di Jateng akan dijaga oleh 15.647 personel Polri, 3.732 personel TNI, dan 237.882 personel linmas.
Nana Sudjana menekankan komitmen netralitas para petugas dan meminta mereka untuk segera berkoordinasi dengan kepala desa/lurah setempat agar cepat beradaptasi dengan kondisi lokasi tugas.
Baca Juga: Gelar Pasukan, Kapolri Siapkan Strategi Pengamanan Pemilu 2024
Lihat Juga :