Dorong Sektor Pertanian, Pj Bupati Klungkung Bagikan 50 Ton Pupuk Organik

Selasa, 06 Februari 2024 - 21:17 WIB
loading...
Dorong Sektor Pertanian,...
Pj Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika membagikan pupuk organik gratis hasil produksi dari Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) ke sejumlah desa di Kecamatan Klungkung. Foto/Ist
A A A
KLUNGKUNG - Penjabat (Pj) Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika membagikan pupuk organik gratis ke sejumlah desa di Kecamatan Klungkung. Pupuk organik tersebut merupakan hasil produksi dari Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS).

Bantuan ini merupakan salah satu bentuk komitmen dalam mendukung dan mewujudkan pertanian organik di Klungkung, Bali.

Baca juga: Kemenparekraf Pilih 2 Festival Klungkung Meriahkan Kharisma Event Nusantara 2024

"Pembagian pupuk ini sekaligus langkah solutif mengantisipasi kelangkaan pupuk subsidi kimia. Hari ini kami menebarkan pupuk di lahan subak, semoga hasil pertaniannya lebih subur,” kata I Nyoman Jendrika dalam keterangannya, Selasa (6/2/2024).

Pembagian pupuk organik dilaksanakan di Desa Selisihan Kawan sebanyak 40 ton dan Desa Gembalan sebanyak 10 ton.

Pupuk organik yang diberikan dibuat menggunakan metode Osaki Jepang. Pupuk organik metode ini telah diujicobakan untuk tanaman padi, jagung, kedelai, bawang, dan cabai dan terbukti mampu meningkatkan hasil produksi.

Dengan demikian diharapkan pertanian organik bisa terus berkembang dan secara berkelanjutan.

Baca juga: Resort, Vila, dan Restoran Dibuka Kembali, Klungkung Bali Siap Sambut Wisatawan

"Kita di Kabupaten Klungkung sangat mendukung program dari Pemerintah Provinsi Bali untuk membuat pertanian organik. Mudah-mudahan nanti dengan pertanian organik ini tanah menjadi sehat dan kita juga akan semakin menjadi sehat," ujarnya.

Lagipula setelah saya mencermati pertumbuhan padi dengan menggunakan pupuk organik, pada penanaman dari segi fisik hampir sama dengan pertumbuhan padi menggunakan pupuk kimia," sambung Bupati.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung, pupuk osaki bisa meningkatkan hasil panen.

Pada uji coba tahun 2021, hasil panen tanaman kedelai yang menggunakan pupuk osaki dapat menghasilkan 2,4 ton kedelai per hektare. Sedangkan menggunakan pupuk kimia hasilnya sekitar 1,3 ton per hektare

Pupuk osaki merupakan inovasi Pondok Kompos Osaki Klungkung (Pokok). Inovasi ini menjadi salah satu upaya Klungkung dalam mengolah sampah organik menjadi bernilai ekonomis.

"Total blok pembuatan kompos di TOSS Center sebanyak 24 unit. Adapun estimasi penampungan fermentasi sampah organik sebanyak 15 ton setiap bloknya. Jadi ada 540 ton kapasitas sampah yang bisa diubah menjadi pupuk osaki," ujarnya.

Petani di Klungkung sebenarnya sangat ingin memanfaatkan pupuk organik. Hanya saja jumlah pupuk organik yang dibutuhkan untuk satu hektare lahan jauh lebih besar dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia.

Sehingga biaya operasional pupuk organik lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk kimia. Jika diberikan secara gratis, maka tentunya petani tertarik menggunakan pupuk organik.

Ketua Paguyuban Petani Desa Selisihan Kawan, Ketut Sarjiman mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Klungkung atas bantuan pupuk organik penyubur tanah tersebut.

“Kami menyambut baik pemberian pupuk organik gratis di saat kelangkaan pupuk kimia. Kami mengharapkan seterusnya mendapat perhatian dari pemerintah,” ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
DPRD Klungkung Perkuat...
DPRD Klungkung Perkuat Pengawasan, Pastikan WTP Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Apkarindo Sumsel dan...
Apkarindo Sumsel dan JICA Uji Coba Teknologi Pengendalian Gugur Daun Karet Skala 150 Hektare
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Cerita Leni, Anak Buruh...
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Rekomendasi
Seskab Teddy Ungkap...
Seskab Teddy Ungkap Program Magang Nasional Rangkul Difabel, Pengamat: Terobosan Paling Progresif
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Bukan Cuma Jago Nyanyi,...
Bukan Cuma Jago Nyanyi, Meidra Idol Ternyata Pernah Terjun ke Dunia Kapal Tanker
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved