Wisata Ranu Regulo Ditutup Total Imbas Cuaca Buruk
Jum'at, 02 Februari 2024 - 22:34 WIB
loading...
Wisata Ranu Regulo di Kabupaten Lumajang dipastikan ditutup karena kondisi cuaca tak bersahabat. Foto/Ist
A
A
A
LUMAJANG - Wisata Ranu Regulo di Kabupaten Lumajang dipastikan ditutup karena kondisi cuaca tak bersahabat . Penutupan dilakukan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), melalui Surat Pemberitahuan dengan Nomor PG.1/T.8/BIDTEK/KSA.5.1/Β/02/2024.
Kepala BB-TNBTS Hendro Widjanarko menyatakan, penutupan Wisata Ranu Regulo didasarkan pada cuaca buruk, berupa hujan lebat, disertai angin kencang yang kerap menerjang kawasan ini. Hal itu berimbas pada ancaman pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan pengunjung.
“Maka kegiatan kunjungan dan berkemah di Area Camping Ground Ranu Regulo, ditutup secara total mulai tanggal 5 Februari 2024 sampai dengan pemberitahuan berikutnya," ucap Hendro Widjanarko, melalui keterangan tertulisnya, pada Jumat malam (2/2/2024).
Baca juga; Penampakan Keindahan Danau Ranu Gumbolo Tulungagung Berganti Rumput Gajah
Hendro mengatakan, selama penutupan tidak ada aktivitas wisata kunjungan dan berkemah. Penutupan ini juga untuk pemulihan ekosistem Ranu Regulo.
"Untuk menjaga dan memelihara keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya," katanya
Apalagi kawasan Ranu Regulo menjadi salah satu destinasi spot wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Kepala BB-TNBTS Hendro Widjanarko menyatakan, penutupan Wisata Ranu Regulo didasarkan pada cuaca buruk, berupa hujan lebat, disertai angin kencang yang kerap menerjang kawasan ini. Hal itu berimbas pada ancaman pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan pengunjung.
“Maka kegiatan kunjungan dan berkemah di Area Camping Ground Ranu Regulo, ditutup secara total mulai tanggal 5 Februari 2024 sampai dengan pemberitahuan berikutnya," ucap Hendro Widjanarko, melalui keterangan tertulisnya, pada Jumat malam (2/2/2024).
Baca juga; Penampakan Keindahan Danau Ranu Gumbolo Tulungagung Berganti Rumput Gajah
Hendro mengatakan, selama penutupan tidak ada aktivitas wisata kunjungan dan berkemah. Penutupan ini juga untuk pemulihan ekosistem Ranu Regulo.
"Untuk menjaga dan memelihara keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya," katanya
Apalagi kawasan Ranu Regulo menjadi salah satu destinasi spot wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Lihat Juga :