Unhas Bergerak, Ingatkan Presiden Jokowi dan Kabinetnya Tetap di Jalur Demokrasi

Jum'at, 02 Februari 2024 - 17:39 WIB
loading...
Unhas Bergerak, Ingatkan...
Forum Guru Besar dan Dosen Unhas bergerak untuk menyelamatkan demokrasi dengan mengkritisi Presiden Jokowi dan kabinetnya untuk tetap di jalur demokrasi. Fotio/MPI/Abdoellah Nicolha
A A A
MAKASSAR - Forum Guru Besar dan Dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) bergerak untuk menyelamatkan demokrasi dengan mengkritisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kabinetnya untuk tetap di jalur demokrasi.

Mereka angkat suara menyikapi perkembangan politik di Tanah Air menjelang Pemilu 14 Februari 2024 mendatang.

Baca juga: Kritik Presiden Jokowi, EM Universitas Brawijaya: Bukan Tidak Mungkin Reformasi Jilid II Akan Terjadi

Seruan dan gerakan ini dimulai dari sejumlah civitas akademika dari sejumlah kampus ternama di Indonesia.

Seruan dimulai dari civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM), lalu disusul Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Indonesia (UI) yang menyerukan untuk menjadikan Pemilu 2024 efektif dan efisien.

Deklarasi Unhas Bergerak tersebut digelar di halaman depan Rektorat Unhas. Sementara Prof Triyatni Martosenjoyo tampil di depan memimpin dan membacakan deklarasi dan seruannya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Dewan Kehormatan Universitas, Prof Amran Razak, dan Ketua Divisi 3 Dewan Profesor Unhas, Prof Arsunan Arsin.

Baca juga: Petisi Bulaksumur Guru-guru Besar UGM Beri Peringatan untuk Jokowi

Prof Triyatni mengatakan, setelah mencermati perkembangan pelaksanaan Pemilihan Umum dan Presiden/Wakil Presiden 2024, tata kelola pemerintahan, serta kehidupan demokrasi nasional, maka Forum Guru Besar dan Dosen Unhas Makassar bersikap.

Dalam pernyataan sikapnya, forum guru besar dan dosen Unhas ini juga mengingatkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran kabinetnya untuk tetap berada di Jalur Demokrasi.

“Mengingatkan Presiden Jokowi, dan semua pejabat negara, aparat hukum dan aktor politik yang berada di kabinet presiden untuk tetap berada pada koridor demokrasi serta mengedepankan nilai-nilai kerakyatan dan keadilan sosial serta rasa nyaman dalam berdemokrasi,” kata Prof Triyatni yang merupakan guru besar Fakultas Teknis Unhas ini saat membacakan isi deklarasi di Kampus Unhas, Makassar, Jumat (2/2/2024).

Mereka juga meminta KPU, Bawaslu dan DKPP selaku penyelenggara pemilu agar bekerja secara profesional dan bersungguh-sungguh sesuai peraturan yang berlaku.

“Penyelenggara pemilu senantiasa menjunjung tinggi prinsip independen, transparan, adil, jujur, tidak berpihak, dan teguh menghadapi intervensi pihak manapun,” tegasnya.

Dalam deklarasi tersebut, para guru besar Unhas menyanyikan lagu "Padamu Negeri" sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan demokrasi untuk persatuan Indonesia.

Sebelumnya, di hari yang sama Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) juga melakukan aksi deklarasi damai yang bertepatan dengan Dies Natalis UI ke-74 di depan Gedung Rektorat UI, Jumat (2/2/2024).

"Kami guru besar dan dosen khususnya warga Indonesia ingin menyatakan seruan kampus perjuangan, kampus UI karena ini adalah tugas kami yaitu sebagai lembaga yang harus memberi dan menjadi mata air bagi masyarakat. Bukan hanya pengetahuan yang harus kami kasihkan, tapi pengetahuan yang bermanfaat buat masyarakat. Bukan buat kelompok-kelompok elite saja," kata Ketua Dewan Guru Besar UI, Harkristuti Harkrisnowo.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota Dewan Pembina...
Anggota Dewan Pembina Asprindo Jamaluddin Jompa Kembali Terpilih Jadi Rektor Unhas
Tembus Sungai dan Perbukitan,...
Tembus Sungai dan Perbukitan, Tim Medis Unhas Jangkau Wilayah Terisolasi di Aceh Tengah
Prof Jamaluddin Jompa...
Prof Jamaluddin Jompa Menang Pilrek Unhas, Alumni Siap Kawal hingga MWA
Mahasiswa Unhas Raih...
Mahasiswa Unhas Raih Beasiswa Kelapa, Jerry: Pertanian Senjata Rahasia Indonesia
IPPR Gelar Jihad Demokrasi...
IPPR Gelar Jihad Demokrasi di Patung Kuda
Kantor Sekretariat DPD...
Kantor Sekretariat DPD Partai Perindo Puncak Jaya Dibakar, Deiron Kogoya: Pemilukada Sudah Selesai, Pelaku Harus Diusut!
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Rekomendasi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Sejarah! Cape Verde...
Sejarah! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Tahan Arab Saudi
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved