Crown Group Luncurkan Proyek Terbarunya, Indonesia Jadi Pertama
Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak mengherankan, karena Melbourne juga menjadi World’s Most Liveable Cities selama 2 tahun terakhir oleh Economist Intelligence Unit (EIU) Global Liveability Index," kata Tyas.
Dalam kesempatan yang sama, Sales Manager Crown Group Indonesia, Reiza Arief, menambahkan bahwa daya tarik lain yang dimiliki oleh ibu kota negara bagian Victoria ini karena telah dikenal sebagai kota pendidikan di Australia. "Kota dimana institusi pendidikan terbaik di negara Kanguru berada. Melbourne University, RMIT, Monash, Swinburne, Deakin adalah beberapa institusi pendidikan terbaik di Australia,” ujarnya
Reiza melanjutkan, ada satu hal yang juga menarik dari Melbourne, yakni living cost yang lebih rendah dibandingkan Sydney. Hal ini mengakibatkan booming industri properti di kota itu, namun dengan harga per meter persegi yang lebih rendah dibandingkan Sydney sebagai kota terbesar di Australia.
“Oleh sebab itulah kenapa Melbourne lebih popular bagi masyarakat Indonesia terutama mereka yang merupakan first time buyers/investors” tutup pria jebolan Monash University yang sudah berkecimpung di dunia property Australia selama lebih dari satu dasawarsa. (Baca: Choice City Hotel Tahun Ini Fokus Garap Bisnis MICE)
Sementara itu, menurut Principal & Partner SGS Economic Planning, Terry Rawnsley, pada tahun 2018-2019 kontribusi Melbourne terhadap pertumbuhan ekonomi Australia mencapai 39,8%, yang merupakan kontribusi terbesar dari seluruh wilayah Australia. Sementara GDP Melbourne pada periode yang sama mencapai Rp. 3,690 triliun.
Dalam kesempatan yang sama, Sales Manager Crown Group Indonesia, Reiza Arief, menambahkan bahwa daya tarik lain yang dimiliki oleh ibu kota negara bagian Victoria ini karena telah dikenal sebagai kota pendidikan di Australia. "Kota dimana institusi pendidikan terbaik di negara Kanguru berada. Melbourne University, RMIT, Monash, Swinburne, Deakin adalah beberapa institusi pendidikan terbaik di Australia,” ujarnya
Reiza melanjutkan, ada satu hal yang juga menarik dari Melbourne, yakni living cost yang lebih rendah dibandingkan Sydney. Hal ini mengakibatkan booming industri properti di kota itu, namun dengan harga per meter persegi yang lebih rendah dibandingkan Sydney sebagai kota terbesar di Australia.
“Oleh sebab itulah kenapa Melbourne lebih popular bagi masyarakat Indonesia terutama mereka yang merupakan first time buyers/investors” tutup pria jebolan Monash University yang sudah berkecimpung di dunia property Australia selama lebih dari satu dasawarsa. (Baca: Choice City Hotel Tahun Ini Fokus Garap Bisnis MICE)
Sementara itu, menurut Principal & Partner SGS Economic Planning, Terry Rawnsley, pada tahun 2018-2019 kontribusi Melbourne terhadap pertumbuhan ekonomi Australia mencapai 39,8%, yang merupakan kontribusi terbesar dari seluruh wilayah Australia. Sementara GDP Melbourne pada periode yang sama mencapai Rp. 3,690 triliun.
Lihat Juga :