Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Tinggi Letusan 500 Meter
Kamis, 01 Februari 2024 - 08:29 WIB
loading...
Gunung Semeru mengalami erupsi pagi ini pukul 06.46 WIB. Foto/PVMBG
A
A
A
LUMAJANG - GunungSemeru mengalamierupsipagi ini, Kamis (1/2/2024), pukul 06.46 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan 500 meter di atas puncak.
GunungSemeruyang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus siaga atau level III.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 01 Februari 2024, pukul 06:46 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut),” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Liswanto, Kamis (1/2/2024).
Baca Juga: Sejarah Letusan Gunung Semeru dengan Level Semburan Lava Tertinggi
Sementara itu, Liswanto mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Lebih lanjut, Liswanto mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusaterupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
GunungSemeruyang secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus siaga atau level III.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 01 Februari 2024, pukul 06:46 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut),” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Liswanto, Kamis (1/2/2024).
Baca Juga: Sejarah Letusan Gunung Semeru dengan Level Semburan Lava Tertinggi
Sementara itu, Liswanto mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Lebih lanjut, Liswanto mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusaterupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Lihat Juga :