alexametrics

Kampanye Akbar Sunjaya-Imron Dimeriahkan Artis Pantura dan Ibu Kota

loading...
Kampanye Akbar Sunjaya-Imron Dimeriahkan Artis Pantura dan Ibu Kota
Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra-Imron hari ini menggelar kampanye akbar di Lapangan Pabuaran, Kabupaten Cirebon. Foto SINDOnews/Izzudin
A+ A-
CIREBON - Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra-Imron hari ini menggelar kampanye akbar di Lapangan Pabuaran, Kabupaten Cirebon. Kampanye kali ini dimeriahkan oleh artis panturan dan artis Ibu Kota seperti Rafi Fenderico.

Kampanye akbar yang dihadiri ribuan pendukungnya dan pengurus PDI Perjuangan baik daerah maupun pusat ini diharapkan dapat memenangkan pasangan dengan nomor urut 2 tersebut. Beberapa para pendukunganya menyanyikan lagu yang diciptakan khusus untuk paslon Sunjaya-Imron.

"Kita punya calon yang sama-sama nomor 2, yaitu Sunjaya-Imron di Kabupaten Cirebon dengan nomor urut 2 dan Hasanah untuk jadi gubernur Jawa Barat yang juga dengan nomor urut 2," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon Musthofa dalam kesempatan tersebut, Cirebon, Minggu (29/4/2018).

Dia menuturkan, Sunjaya ingin melanjutkan program-program demi menyempurnakan dan memaksimalkan program sebelumnya. Atas dasar itu, pihaknya mengajak warga PDI-P untuk memilih Sunjaya, karena harus melanjutkan yang sudah dilakukan lima tahun lalu.

"Kami juga berterimakasih kepada Partai Hanura yang sudah mendukung pasangan ini. Maka, jangan lupa pada tangal 27 Juni 2018 ajak saudara, teman, relasi untuk datang ke TPS dan menyoblos no 2," imbuhnya.

Dalam kampanye tersebut, Sunjaya dari atas panggung beberapa kali membagikan roti dan kaos kepada para pendukungnya seraya mengacungkan dua jari sebagai tanda nomor urut 2. Bahkan, dalam kesempatan itu, Sunjaya menyanyikan lagu Tarling Cirebon.  
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak