Sejarah Letusan Gunung Kelud Kubur Peninggalan Candi Era Kerajaan Kediri
Rabu, 17 Januari 2024 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Peninggalan arkeologi dari masa Kadiri tersebut adalah Candi Gurah, Petirtaan Kepung, dan candi Tondowongso. Candi Gurah ditemukan secara tidak sengaja oleh penduduk pada tahun 1957, merupakan kompleks percandian bata yang terdiri dari candi induk dan tiga candi perwara di depannya.
Percandian ini terpendam sedalam kurang lebih 5 meter di bawah permukaan tanah sekarang. Struktur candi bata tersebut sudah sangat rusak, tetapi arca-arcanya yang dibuat dari batu masih utuh, yaitu arca Brahma, Sürya, Candra, dan Nandi.
Berdasarkan jenis-jenis arca tersebut diketahui bahwa percandian Gurah merupakan percandian Siwa, meskipun arca Siwa yang seharusnya ada di candi induk mungkin sudah pecah berkeping-keping. Sesudah ekskavasi pada tahun 1959, candi ini ditutup kembali, arcanya disimpan di Museum Nasional dan Museum Istana.
Petirtaan atau Pemandian Suci Kepung ditemukan pada tahun 1983. Seperti juga candi Gurah, petirtaan Kepung juga terpendam di bawah timbunan lahan sedalam kurang lebih 3-6 meter. Petirtaan yang dibuat dari bata ini mempunyai batur dengan menara-menara yang dahulu memancarkan air.
Air juga keluar dari dinding batur melalui makara batu. Ekskavasi yang telah beberapa kali dilakukan belum berhasil menampakkan seluruh kolam dan batur bermenara, tetapi petirtaan ini terpaksa ditimbun kembali karena lubang ekskavasi yang sangat dalam amat rawan bahaya.
Percandian ini terpendam sedalam kurang lebih 5 meter di bawah permukaan tanah sekarang. Struktur candi bata tersebut sudah sangat rusak, tetapi arca-arcanya yang dibuat dari batu masih utuh, yaitu arca Brahma, Sürya, Candra, dan Nandi.
Berdasarkan jenis-jenis arca tersebut diketahui bahwa percandian Gurah merupakan percandian Siwa, meskipun arca Siwa yang seharusnya ada di candi induk mungkin sudah pecah berkeping-keping. Sesudah ekskavasi pada tahun 1959, candi ini ditutup kembali, arcanya disimpan di Museum Nasional dan Museum Istana.
Petirtaan atau Pemandian Suci Kepung ditemukan pada tahun 1983. Seperti juga candi Gurah, petirtaan Kepung juga terpendam di bawah timbunan lahan sedalam kurang lebih 3-6 meter. Petirtaan yang dibuat dari bata ini mempunyai batur dengan menara-menara yang dahulu memancarkan air.
Air juga keluar dari dinding batur melalui makara batu. Ekskavasi yang telah beberapa kali dilakukan belum berhasil menampakkan seluruh kolam dan batur bermenara, tetapi petirtaan ini terpaksa ditimbun kembali karena lubang ekskavasi yang sangat dalam amat rawan bahaya.
Lihat Juga :