Gunung Lewotobi Erupsi Keluarkan Gemuruh, Pengungsi Panik Berhamburan
Sabtu, 13 Januari 2024 - 08:02 WIB
loading...
Gunung Lewotobi Laki Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pagi ini kembali erupsi, Sabtu (13/1/2024). Foto/iNews TV/Joni Nura
A
A
A
FLORES TIMUR - Gunung Lewotobi Laki Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pagi ini kembali erupsi, Sabtu (13/1/2024). Erupsi disertai suara gemuruh kuat yang membuat para pengungsi menjadi panik dan takut.
Warga yang berada di tenda pengungsian kaget dan segera keluar berhamburan dari tenda usai melihat erupsi yang disertai gemuruh menggelegar.
Pantauan di lokasi, Gunung Lewotobi masih terlihat jelas melalui kabut, dengan asap kawah yang bertekanan lemah hingga sedang.
Baca Juga: 1.185 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Asap tebal berwarna putih dan kelabu, dengan intensitas sedang dan tinggi mencapai 500 meter di atas puncak kawah.Guguran material vulkanik juga teramati dengan jarak luncur mencapai 1.500-2.000 meter yang mengarah ke timur laut.
Tremor terus menerus tercatat dengan amplitudo 3.7-7.4 mm, dominan pada 7.4 mm. ”Suara gemuruh sangat kuat, kami berhamburan keluar dari tempat pengungsian karena terdampak abu vulkanik dan gemuruh yang mengguncang,” kata Wilfrif Kebalen, warga setempat.
Warga yang berada di tenda pengungsian kaget dan segera keluar berhamburan dari tenda usai melihat erupsi yang disertai gemuruh menggelegar.
Pantauan di lokasi, Gunung Lewotobi masih terlihat jelas melalui kabut, dengan asap kawah yang bertekanan lemah hingga sedang.
Baca Juga: 1.185 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Asap tebal berwarna putih dan kelabu, dengan intensitas sedang dan tinggi mencapai 500 meter di atas puncak kawah.Guguran material vulkanik juga teramati dengan jarak luncur mencapai 1.500-2.000 meter yang mengarah ke timur laut.
Tremor terus menerus tercatat dengan amplitudo 3.7-7.4 mm, dominan pada 7.4 mm. ”Suara gemuruh sangat kuat, kami berhamburan keluar dari tempat pengungsian karena terdampak abu vulkanik dan gemuruh yang mengguncang,” kata Wilfrif Kebalen, warga setempat.
Lihat Juga :