Ratusan Mahasiswa Sebarkan Pamflet Tolak Politik Dinasti
Kamis, 11 Januari 2024 - 13:43 WIB
loading...
Ratusan aktivis mahasiswa dari berbagai kampus di Ciputat, Tangerang Selatan melakukan aksi membagi-bagikan ribuan pamflet perlawanan terhadap politik dinasti. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ratusan aktivis mahasiswa dari berbagai kampus di Ciputat, Tangerang Selatan, melakukan aksi membagi-bagikan ribuan pamflet perlawanan terhadap politik dinasti . Aksi tersebut dilakukan di depan Halte depan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Para aktivis mahasiswa itu berasal dari sejumlah kampus antara lain, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), PTIQ, ITB-Ahmad Dahlan.
Pantauan di lokasi, para mahasiswa membagi-bagikan pamflet perlawanan kepada para pengguna jalan yang melintasi Jalan Ir H Djuanda, Tangerang Selatan. Para mahasiswa itu juga terlihat memakai topeng Guy Fawkes sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap tiran. Pamflet-pamflet itu bertuliskan “Tolak Politik Dinasti”, hingga tabloid berjudul “Reformasi Dikhianati”.
Baca juga: BEM Universitas Andalas Tolak Politik Dinasti, Ini Alasannya
Koordinator Aksi Glamora Lionda menegaskan, ada alasan mendasar kenapa mahasiswa menolak politik dinasti dan penjahat HAM. Terlebih, dalam perhelatan Pilpres 2024 ada salah satu kontestan yang teridentifikasi melakukan praktik politik dinasti dan diduga terlibat kasus pelanggaran HAM.
Para aktivis mahasiswa itu berasal dari sejumlah kampus antara lain, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), PTIQ, ITB-Ahmad Dahlan.
Pantauan di lokasi, para mahasiswa membagi-bagikan pamflet perlawanan kepada para pengguna jalan yang melintasi Jalan Ir H Djuanda, Tangerang Selatan. Para mahasiswa itu juga terlihat memakai topeng Guy Fawkes sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap tiran. Pamflet-pamflet itu bertuliskan “Tolak Politik Dinasti”, hingga tabloid berjudul “Reformasi Dikhianati”.
Baca juga: BEM Universitas Andalas Tolak Politik Dinasti, Ini Alasannya
Koordinator Aksi Glamora Lionda menegaskan, ada alasan mendasar kenapa mahasiswa menolak politik dinasti dan penjahat HAM. Terlebih, dalam perhelatan Pilpres 2024 ada salah satu kontestan yang teridentifikasi melakukan praktik politik dinasti dan diduga terlibat kasus pelanggaran HAM.
Lihat Juga :