Sejarah Kerajaan Sriwijaya, Pusat Peradaban Pengembangan Agama Hindu dan Buddha
Selasa, 09 Januari 2024 - 08:50 WIB
loading...
Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan dibeberapa tempat di Nusantara. Foto/Istimewa
A
A
A
Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat dari dua agama tua di dunia. Tak hanya menjadi pusat agama saja, perkembangan agama Buddha dan Hindu di masa Kerajaan Sriwijaya dilakukan berseiringan di masa pemerintahan Sri Culamaniwarman, yang mengaku drinya dari keluarga Sailendra.
Bahkan di masa itu sekitar abad 11, Kerajaan Sriwijaya menjelma sebagai pusat pengajaran agama Buddha bertaraf internasional. Sri Culamaniwarman bertahta dan menjalin hubungan dengan China dan Cola, untuk menghadapi serangan dari Pulau Jawa.
Pada masa pemerintahan Culamaniwarman ini, pendeta Dharmakrti salah seorang pendeta tertinggi di Suwarnadwipa dan tergolong ahli pada masa itu, menyusun kritik tentang Abhisamayalandara sebuah kitab ajaran agama Buddha.
Baca Juga: Sejarah Kehidupan Sosial Rakyat Kerajaan Tarumanegara dengan Berburu Gajah dan Emas
Kemudian dari tahun 1011 hingga 1023 seorang biksu dari Tibet bernama Atisa datang ke Suwarnadwipa untuk belajar agama kepada Dharmakrti.
Bahkan di masa itu sekitar abad 11, Kerajaan Sriwijaya menjelma sebagai pusat pengajaran agama Buddha bertaraf internasional. Sri Culamaniwarman bertahta dan menjalin hubungan dengan China dan Cola, untuk menghadapi serangan dari Pulau Jawa.
Pada masa pemerintahan Culamaniwarman ini, pendeta Dharmakrti salah seorang pendeta tertinggi di Suwarnadwipa dan tergolong ahli pada masa itu, menyusun kritik tentang Abhisamayalandara sebuah kitab ajaran agama Buddha.
Baca Juga: Sejarah Kehidupan Sosial Rakyat Kerajaan Tarumanegara dengan Berburu Gajah dan Emas
Kemudian dari tahun 1011 hingga 1023 seorang biksu dari Tibet bernama Atisa datang ke Suwarnadwipa untuk belajar agama kepada Dharmakrti.
Lihat Juga :