Modus Belajar Open BO, Guru Konten Kreator Lecehkan Belasan Siswa SD di Yogyakarta
Senin, 08 Januari 2024 - 13:57 WIB
loading...
Kuasa Hukum Kepala Sekolah SD, Elna Febi Astuti di Polresta Yogyakarta. Foto/MPI/Erfan Erlin
A
A
A
YOGYAKARTA - NB (22) seorang guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kota Yogyakarta dilaporkan ke Polisi. Guru mata pelajaran Konten Kreator tersebut dituduh telah melakukan pelecehan seksual kepada belasan siswa kelas 6 di SD tersebut.
Kuasa Hukum Kepala Sekolah SD, Elna Febi Astuti menuturkan kasus pelecehan seksual tersebut menimpa belasan siswa dan siswi kelas 6 SD yang berada di bawah naungan sebuah yayasan.
Dia menyebut setidaknya ada 15 siswa yang sementara menjadi korban pelecehan. ”Itu murid laki-laki dan perempuan,” kata Elnausai mendampingi kepala sekolah membuat laporan di Mapolresta Kota Yogyakarta, Senin (8/1/2024).
Baca Juga: 7 Aplikasi yang Sering Disalahgunakan untuk Open BO
Elna menyebut peristiwa pelecehan seksual tersebutdimulai sejak bulan Agustus hingga Oktober 2023 lalu. Kemudian siswa melaporkannya ke guru kelas dan oleh guru dilanjutkan kepada kepala sekolah hingga akhirnya dirapatkan pihak sekolah.
Dalam rapat tersebut kepala sekolah menginginkan agar kasus tersebut diselesaikan melalui jalur hukum. Namun dinamika terjadi di internal yayasan di mana sekolah tersebut bernaung. Sehingga pelaporan baru dilaksanakan hari Senin (8/1/2024) ini.
Pelecehan tersebut adalah pada saat jam pelajaran ada sejumlah siswa yang dipegang pahanya di bawah ancaman senjata tajam yang ditempelkan di leher siswa tersebut. Aksi tersebut sengaja dipertontonkan kepada siswa lain agar mereka bersedia diperlakukan hal yang sama.
Kuasa Hukum Kepala Sekolah SD, Elna Febi Astuti menuturkan kasus pelecehan seksual tersebut menimpa belasan siswa dan siswi kelas 6 SD yang berada di bawah naungan sebuah yayasan.
Dia menyebut setidaknya ada 15 siswa yang sementara menjadi korban pelecehan. ”Itu murid laki-laki dan perempuan,” kata Elnausai mendampingi kepala sekolah membuat laporan di Mapolresta Kota Yogyakarta, Senin (8/1/2024).
Baca Juga: 7 Aplikasi yang Sering Disalahgunakan untuk Open BO
Elna menyebut peristiwa pelecehan seksual tersebutdimulai sejak bulan Agustus hingga Oktober 2023 lalu. Kemudian siswa melaporkannya ke guru kelas dan oleh guru dilanjutkan kepada kepala sekolah hingga akhirnya dirapatkan pihak sekolah.
Dalam rapat tersebut kepala sekolah menginginkan agar kasus tersebut diselesaikan melalui jalur hukum. Namun dinamika terjadi di internal yayasan di mana sekolah tersebut bernaung. Sehingga pelaporan baru dilaksanakan hari Senin (8/1/2024) ini.
Pelecehan tersebut adalah pada saat jam pelajaran ada sejumlah siswa yang dipegang pahanya di bawah ancaman senjata tajam yang ditempelkan di leher siswa tersebut. Aksi tersebut sengaja dipertontonkan kepada siswa lain agar mereka bersedia diperlakukan hal yang sama.
Lihat Juga :