Kisah Kundungga, Raja Pertama Kerajaan Kutai Bernuansakan Hindu yang Kental Budaya India

Minggu, 07 Januari 2024 - 06:21 WIB
loading...
Kisah Kundungga, Raja...
Candi peninggalan Kerajaan Kutai. Foto/Ist
A A A
Kerajaan Kutai menjadi kerajaan tertua yang ada di Indonesia. Konon kerajaan ini bernuansakan Hindu, karena adanya seorang anggota kerajaan yang terpengaruh budaya India. Di beberapa catatan sejarah lain, konon ada yang menyebut sang anggota keluarga bernama Kundungga ini keturunan dari India.

Tapi dari bukti dan tafsiran sejarah yang ada, Kundungga masih tetap mempertahankan ciri-ciri orang pribumi Nusantara. Hanya memang ia tersentuh dengan pengaruh budaya India. Tapi konon sosok Kundungga bukanlah pendiri keluarga raja.

Sebab dari data yang sedikit itu dapat disimpulkan bahwa rupanya pengertian keluarga raja pada waktu itu terbatas kepada keluarga kerajaan yang telah menyerap budaya India di dalam kehidupan sehari-harinya. Menurut prasasti yang ada, penyerapan budaya itu mulai terlihat pada waktu Aswawarman, anak Kundungga, menjadi raja, yaitu dipergunakannya nama yang berbau India, sebagai nama pengenalnya.

Sebagaimana dikutip dari "Sejarah Nasional Indonesia II : Zaman Kuno", oleh karena itulah yang dianggap sebagai pendiri keluarga raja adalah Aswawarman, dan bukan Kundungga. Nuansa budaya Hindu yang kental membuat kondisi sosial kerajaan terikat dengan peraturan kasta yang ketat.

Baca Juga: 8 Peninggalan Kerajaan Kutai, dari Prasasti hingga Singgasana Sultan

Konon di kehidupan masyarakat Kerajaan Kutai yang bernuansakan Hindu, seseorang yang telah tercemar dan karenanya dikeluarkan dari kasta, dapat diterima kembali masuk ke dalam kastanya. Setelah melalui upacara penyucian diri yang disebut vratyastoma.

Melalui upacara yang cukup berat ini, segala macam kesalahan, dan dosa yang pernah dilakukan oleh seorang anggota kasta dapat dihapus. Hukuman yang pernah ditimpakan kepadanya, berupa pengucilan dari kastanya, dapat dihapuskan juga.

Dengan kata lain, seseorang yang pernah dikeluarkan dari kastanya karena melakukan kesalahan dan dosa yang cukup berat, dapat diterima kembali menjadi anggota kastanya dengan melalui upacara vratyastoma ini.

Upacara vratyastoma inilah yang rupanya dijadikan jalan oleh orang-orang Indonesia yang sudah terkena pengaruh India itu, untuk meresmikannya sebagai anggota masyarakat suatu kasta yang dikenal di dalam agama Hindu. Upacara penerimaan orang luar kasta ke dalam kasta itu, dilakukan dengan memerhatikan kedudukan asal orang yang bersangkutan.

Saat itu konon pendeta dari pribumi nusantara atau Indonesia, belum pada taraf untuk berhak memimpin upacara vratyastoma. Sehingga dapat dipastikan bahwa pada mulanya yang memimpin upacara cara tersebut, ialah para brahmana agama Hindu yang langsung datang atau didatangkan dari India.

Pad hal ini hampir dapat dipastikan bahwa pendeta yang memimpin upacara vratyastoma untuk Aswawarman adalah pendeta India. Akan tetapi, ketika upacara itu dilakukan terhadap Mülawarman, kemungkinan sekali upacara itu sudah ada pendeta Indonesia sendiri.

Pada hal ini, para brahmana yang berulang kali disebutkan pada prasasti-prasastinya, dengan sendirinya tentulah sebagian terdiri dari kaum brahmana India, dan sebagian lainnya kaum brahmana orang Indonesia asli.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kasat Resnarkoba Polres...
Kasat Resnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Kasus Narkotika
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Rekomendasi
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Sundulan Issa Diop Paksa...
Sundulan Issa Diop Paksa Laga Belanda vs Maroko Lanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
Tingkatkan Daya Saing,...
Tingkatkan Daya Saing, 68 Mitra Binaan di Medan Ikuti Program Sarinah Pandu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved