Pangandaran Bakal Jadi Lokomotif Ekonomi Pascapandemi COVID-19
Senin, 10 Agustus 2020 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan catatannya, sepanjang tahun 2019, Pangandaran menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dengan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 12.233 orang. Sedangkan wisatawan domestik 3.215.063 orang.
Namun, akibat pandemi COVID-19, kunjungan wisatawan ke Pangandaran anjlok. Hingga Maret 2020 lalu atau sebelum diterapkan PSBB, wisatawan domestik yang berkunjung ke Pangandaran hanya 927.879 orang, sedang wisatawan mancanegara 487 orang.
"Pandemi COVID-19 yang terjadi memang berdampak signifikan. Tapi, setelah ada vaksin dan pandemi usai, kami yakin semuanya akan membaik. Makanya, kita harus jaga dengan baik. Sebelum ada vaksin, penerapan protkol kesehatan harus dilakukan dengan ketat," tegas Dedi lagi.
Di sisi lain, pihaknya juga terus mempererat kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, salah satunya memengampanyekan gerakan BISA (Bersih, Sehat, Aman) di berbagai daerah untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan di tengah upaya pemulihan ekonomi saat ini. (Baca: Wisata Pangandaran Dibuka, Vokalis Setia Band Berlibur Bersama Keluarga)
"Gerakan BISA sebagai langkah awal untuk menginformasikan bahwa sektor wisata ini masih menjanjikan, sehingga pelaku wisata perlu membenahi destinasi wisatanya dalam menyambut adaptasi kebiasaan baru," katanya.
Diketahui, dalam Webinar Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia yang digelar Sabtu (8/10/2020) lalu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya akan mendorong Pangandaran sebagai etalase pariwisata Jabar dan penyokong ekonomi Jabar pascapandemi COVID-19.
Namun, akibat pandemi COVID-19, kunjungan wisatawan ke Pangandaran anjlok. Hingga Maret 2020 lalu atau sebelum diterapkan PSBB, wisatawan domestik yang berkunjung ke Pangandaran hanya 927.879 orang, sedang wisatawan mancanegara 487 orang.
"Pandemi COVID-19 yang terjadi memang berdampak signifikan. Tapi, setelah ada vaksin dan pandemi usai, kami yakin semuanya akan membaik. Makanya, kita harus jaga dengan baik. Sebelum ada vaksin, penerapan protkol kesehatan harus dilakukan dengan ketat," tegas Dedi lagi.
Di sisi lain, pihaknya juga terus mempererat kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, salah satunya memengampanyekan gerakan BISA (Bersih, Sehat, Aman) di berbagai daerah untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan di tengah upaya pemulihan ekonomi saat ini. (Baca: Wisata Pangandaran Dibuka, Vokalis Setia Band Berlibur Bersama Keluarga)
"Gerakan BISA sebagai langkah awal untuk menginformasikan bahwa sektor wisata ini masih menjanjikan, sehingga pelaku wisata perlu membenahi destinasi wisatanya dalam menyambut adaptasi kebiasaan baru," katanya.
Diketahui, dalam Webinar Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia yang digelar Sabtu (8/10/2020) lalu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya akan mendorong Pangandaran sebagai etalase pariwisata Jabar dan penyokong ekonomi Jabar pascapandemi COVID-19.
Lihat Juga :