Misteri Nama Siliwangi dan Merosotnya Kerajaan Sunda setelah Kemunculan Islam

Rabu, 03 Januari 2024 - 07:32 WIB
loading...
Misteri Nama Siliwangi...
Siliwangi sebagai nama raja pada kerajaan di tanah Sunda masih menjadi misteri. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Siliwangi sebagai nama raja pada kerajaan di tanah Sunda masih menjadi misteri. Ada beberapa yang mengatakan, Siliwangi merupakan sosok satu orang raja saja, tapi ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa Siliwangi diyakini berjumlah banyak.

Ada beberapa versi mengenai kata Siliwangi yang konon identik dengan kerajaan di tanah Sunda. Ada yang meyakini bahwa Siliwangi berjumlah 7, bahkan ada yang menyatakan sampai ada 12 orang yang bernama Siliwangi.

Sebab ada tafsiran kata Siliwangi itu merupakan gelar resmi raja Sunda atau Raja Pajajaran. Waktu itu setiap raja Pajajaran ada yang beranggapan disebut Siliwangi, sebagaimana dikutip dari "Melacak Sejarah : Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi", dari Saleh Danasasmita.

Konon kejadian seperti ini sama dengan anggapan orang Jawa pada tokoh Brawijaya, yakni sosok Raja Wijaya. Sesungguhnya Brawijaya hanya satu, yaitu yang mendirikan Majapahit yang dalam prasasti disebut Kartarajasa. Awal keberadaan nama raja diberi angka atau nomer yaitu pada masa Mataram yaitu pada gelar Amangkurat.

Baca Juga: Kisah Surawisesa, Penerus Takhta Kerajaan Pajajaran Minta Perlindungan Portugis

Kemudian gelar Pakubuwana atau dimulai pada Pangeran Puger, selanjutnya Hamengkubuwana. Orang yang memberi nomor pada Siliwangi umumnya adalah orang Sunda terpelajar (intelek) dan yang gemar pada mistik. Boleh jadi ada pula pengaruh dari sejarah Barat.

Pada babad yang mana pun, meskipun jalan ceritanya kerap berbeda, tokoh Siliwangi hanyalah satu. Kerap ada yang menyimpang karena keliru menganggap Siliwangi adalah raja Pajajaran penutup. Hal ini bisa dipahami lantaran dalam zaman Siliwangi agama Islam sudah menyebar di Tatar Sunda.

Menurut logika awam, masuknya islam dianggap bersamaan dengan runtuhnya Pajajaran. Mereka memandang bahwa sejarah sama dengan cerita wayang. Sebab mengislamkan Pajajaran dianggap cukup dilakukan oleh tokoh Kean Santang atau Syarif Hidayatullah sendirian.

Menurut penelitian sejarah mutakhir, agama Islam sudah masuk ke Sumatra pada abad ke-7 atau sekitar tahun 600-an, zaman Khalifah Umar bin Khatab. Sedangkan Majapahit baru berdiri pada 1293, tujuh abad sesudah Islam mulai masuk ke Nusantara. Pada zaman Hayam Wuruk terbukti banyak penduduk di pusat kerajaan Majapahit yang sudah memeluk Islam.

Menurut Tome Pires, orientalis sekaligus penjelajah asal Portugis, pada tahun 1513 atau zaman Siliwangi di muara Cimanuk, meskipun pemimpinnya menganut agama "Pajajaran", rakyatnya banyak yang sudah memeluk Islam. Bahkan banyak yang tidak mengerti bahwa Subanglarang, isteri Siliwangi pun beragama Islam.

Kematian Siliwangi dalam Purwaka Caruban masih digambarkan secara dramatis. Sejak kematian Prabu Siliwangi hingga keruntuhan Pajajaran masih cukup panjang jalan cerita kerajaan Pajajaran. Menurut Carita Parahiyangan masih ada lima raja lagi yang memerintah Pajajaran.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Kolaborasi Budaya Nusantara...
Kolaborasi Budaya Nusantara untuk Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan UMKM
Waka BRIN Sebut Pentingnya...
Waka BRIN Sebut Pentingnya Kesetaraan Peradaban Nusantara dengan China
Rekomendasi
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved