3 Remaja Dibekuk Polisi, Jual Video Dewasa Anak di Bawah Umur

Senin, 10 Agustus 2020 - 19:46 WIB
loading...
3 Remaja Dibekuk Polisi,...
Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus penyebaran video dewasa dan penyediaan jasa video call sex (VCS), live show dan konten pornografi lainnya, melalui media sosial. SINDOnews/Yan Yusuf
A A A
JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus penyebaran video dewasa dan penyediaan jasa video call sex (VCS), live show dan konten pornografi lainnya, melalui media sosial. Tiga tersangka yang masih remaja, berinisial P, DW, dan RS ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiganya ditangkap di Jalan Kapuk Poglar, Jakarta Barat, Rabu (5/8/2020). Sedangkan pelaku lainnya, berinisial BP masih dalam pengejaran polisi atau masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). (Baca juga; Nekat Beroperasi, Karaoke Masterpiece Bakal Didenda Rp35 Juta )

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S. Latuheru mengatakan, para tersangka memanfaatkaan perempuan di bawah umur untuk menjadi talent dalam live show pornografi. Video tersebut dapat diakses melalui para anggota dalam grup media sosial.

"Mereka menggunakan akun media sosial line. Semua akun line dikelola oleh tiga tersangka," ujar Audie dalam konferensi pers yang disiarkan melalui instagram, Senin (10/8/2020).

Dari kegiataan asusila tersebut, para tersangka mendapatkan uang hingga jutaan rupiah. Setiap orang yang ingin bergabung dalam grup tersebut harus membayarkan uang sekitar Rp100.000- Rp300.000.

Nantinya, mereka akan dapat mengakses berbagai konten pornografi yang dibuat para tersangka dengan membayar anak-anak di bawah umur. (Baca juga; Polisi Ciduk Wanita Pembuang Bayi di Jati Pulo )

"Mereka cari para pelanggan dari Twitter juga akun medsos lain seperti WA Line dan sebagainya. Lalu diajak ikuti akun asusila tersebut dengan membayar sejumlah uang ke mereka," ucap Audie.

Audie melanjutkan, konten yang ditawarkan beragam, di antaranya phone sex, video call sex, hingga siaran langsung aktivitas seksual. Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 45 Ayat 1 juncto Pasal 27 Ayat 1 UU RI No 19/2016 trntang perubahan UU RI No 11/2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Rekomendasi
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Berita Terkini
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved