10 Fakta Kematian Mahasiswa IPB Galang Edhi di Pulau Sempu Malang
Sabtu, 30 Desember 2023 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
”Yang datang 28 orang peserta dan 3 pendamping dari senior atau kakak tingkat, pesertanya dari jurusan yang sama semua, semua semester 5 IPB. Galang itu ketua tim ekspedisinya,” kata Fajar Rizki.
Hal ini juga dibenarkan ayah korban Isnaryo, yang Juag baru mengetahui anaknya merupakan ketua tim ekspedisi setelah mendapat kabar anaknya hilang pada Kamis (28/12/2023) kemarin.
Sosok Galang Edhi diungkap oleh ayahnya Isnaryo. Mahasiswa berusia 20 tahun ini terkenal dengan seseorang yang suka melakukan penelitian dan sering diajak penelitian oleh pihak kampusnya. Tak heran bila dalam ekspedisi di Cagar Alam Pulau Sempu, ia menjadi ketua tim.
”Memang anaknya sering ikut penelitian dari kampusnya, termasuk di Pulau Sempu Malang itu juga dia aktif penelitian sama kampus, akhirnya ikut sama teman-temannya,” ucap Isnaryo, laki-laki berusia 66 tahun ini.
Isnaryo, ayah korban mengungkapkan, bahwa anaknya terakhir kali berkomunikasi pada 25 Desember 2023 lalu. Saat itu Galang berkomunikasi dengan ibunya, yang memang intens memantau perkembangan Galang.
”Ya (komunikasinya) minta didoakan, pesannya sudah sampai, semua sehat-sehat, saya nggak tahunya dia jadi ketua kelompok itu,” ucap Isnaryo, saat ditemui di RS Saiful Anwar, Malang.
Semasa hidupnya, Galang juga disebut Isnaryo sebagai anak yang rajin beribadah dan terkenal pintar. Sosoknya juga terkenal memiliki kedekatan dengan ibunya. Bahkan ketika datang pertama kali di Pulau Sempu, Malang, ibunya-lah yang dikabari pertama.
Pencarian Galang melibatkan tim dari Basarnas Trenggalek dan tim gabungan dari kepolisian, TNI, PMI, Polairud, BPBD, dan beberapa relawan SAR yang ada di wilayah Malang selatan.
Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal boat yang menyisir titik terluar Pulau Sempu. Petugas sempat menemui kendala karena hampir di seluruh kawasan Pulau Sempu tidak ada sinyal komunikasi yang dapat diakses.
“Kendala pencarian faktor cuaca serta keterbatasan sinyal, namun kita terus mengupayakan pencarian melalui jalur darat maupun perairan,” terang Kasi Humas Polres Malang Ipda Muhammad Adnan.
Selama penelitian pun personel Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu juga melakukan pendampingan kepada 20 mahasiswa tersebut, dalam rangka pemantauan kawasan, selama mahasiswa itu ada di Pulau Sempu sejak 20 Desember lalu.
Hal ini juga dibenarkan ayah korban Isnaryo, yang Juag baru mengetahui anaknya merupakan ketua tim ekspedisi setelah mendapat kabar anaknya hilang pada Kamis (28/12/2023) kemarin.
4. Korban Terkenal Pintar, Smart, dan Kekinian
Sosok Galang Edhi diungkap oleh ayahnya Isnaryo. Mahasiswa berusia 20 tahun ini terkenal dengan seseorang yang suka melakukan penelitian dan sering diajak penelitian oleh pihak kampusnya. Tak heran bila dalam ekspedisi di Cagar Alam Pulau Sempu, ia menjadi ketua tim.
”Memang anaknya sering ikut penelitian dari kampusnya, termasuk di Pulau Sempu Malang itu juga dia aktif penelitian sama kampus, akhirnya ikut sama teman-temannya,” ucap Isnaryo, laki-laki berusia 66 tahun ini.
5. Minta didoakan dan sosok religius
Isnaryo, ayah korban mengungkapkan, bahwa anaknya terakhir kali berkomunikasi pada 25 Desember 2023 lalu. Saat itu Galang berkomunikasi dengan ibunya, yang memang intens memantau perkembangan Galang.
”Ya (komunikasinya) minta didoakan, pesannya sudah sampai, semua sehat-sehat, saya nggak tahunya dia jadi ketua kelompok itu,” ucap Isnaryo, saat ditemui di RS Saiful Anwar, Malang.
Semasa hidupnya, Galang juga disebut Isnaryo sebagai anak yang rajin beribadah dan terkenal pintar. Sosoknya juga terkenal memiliki kedekatan dengan ibunya. Bahkan ketika datang pertama kali di Pulau Sempu, Malang, ibunya-lah yang dikabari pertama.
6. Cuaca dan ketiadaan jaringan jadi kendala pencarian
Pencarian Galang melibatkan tim dari Basarnas Trenggalek dan tim gabungan dari kepolisian, TNI, PMI, Polairud, BPBD, dan beberapa relawan SAR yang ada di wilayah Malang selatan.
Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal boat yang menyisir titik terluar Pulau Sempu. Petugas sempat menemui kendala karena hampir di seluruh kawasan Pulau Sempu tidak ada sinyal komunikasi yang dapat diakses.
“Kendala pencarian faktor cuaca serta keterbatasan sinyal, namun kita terus mengupayakan pencarian melalui jalur darat maupun perairan,” terang Kasi Humas Polres Malang Ipda Muhammad Adnan.
7. Tak sembarangan bisa masuk Pulau Sempu
Selama penelitian pun personel Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu juga melakukan pendampingan kepada 20 mahasiswa tersebut, dalam rangka pemantauan kawasan, selama mahasiswa itu ada di Pulau Sempu sejak 20 Desember lalu.
Lihat Juga :