Kisah Pertemuan Rahasia Gajah Mada dan Gayatri usai Sumpah Palapa yang Berujung Pertikaian

Kamis, 21 Desember 2023 - 06:05 WIB
loading...
Kisah Pertemuan Rahasia...
Gajah Mada dan Gayatri versi AI. Foto/Kolase Instagram @ainusantara
A A A
Gajah Mada membuat kegaduhan pasca pidato pelantikannya sebagai Mahapatih Kerajaan Majapahit. Bahkan pidato pelantikan ini membuat internal pejabat istana terlibat pertikaian, yang mengakibatkan menteri keamanan terbunuh kala itu.

Gayatri yang menjadi dewan penasihat raja ketika Tribhuwana Tunggadewi berkuasa pun turun gunung. Istri dari pendiri Kerajaan Majapahit Raden Wijaya, yang sudah menjadi pendeta terpaksa kembali masuk ke istana untuk memediasi persoalan pelik ini.

Gajah Mada sang Mahapatih Majapahit itu pun dipanggil oleh Gayatri untuk dimintai keterangan dan diajak berdiskusi. Sosok Gayatri yang masih begitu dihormati di istana Kerajaan Majapahit, membuat Gajah Mada yang terkenal keras, konon segan dan hormat kepadanya.

Earl Drake pada bukunya "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit" mengisahkan, bagaimana kekhawatiran Gayatri kepada Gajah Mada. Sebab Gajah Mada disebut Gayatri mengemukakan rencana dan siasatnya itu dengan tiba-tiba. Pasalnya itu berakibat munculnya reaksi negatif di majelis yang muncul setelah presentasi tersebut.

Baca Juga: Sumpah Palapa Berujung Ricuh, Perdebatan Gajah Mada dan Gayatri hingga Pembunuhan Kembar

Di sisi lain, Gayatri pun memberi selamat kepada Gajah Mada yang setia mendukung kebijakan lama Kertanagara untuk menyatukan seluruh negeri di nusantara di bawah Majapahit. Tetapi setelah itu ia meminta dengan selembut dan sesantun mungkin, agar Gajah Mada menjelaskan mengapa ia terlalu lugas dan keras dalam presentasi pertamanya sebagai mahapatih.

Apa tujuan taktis yang hendak dicapainya? apakah menurutnya rencana itu akan berhasil? Sejenak Gajah Mada membisu diam seraya menyatukan kepingan - kepingan gagasan dalam kepalanya. Ia ingin Gayatri memahami apa yang telah ia lakukan. Kemudian dengan runtut dan fasihnya ia angkat bicara menjawab pertanyaan Gayatri.

Gajah Mada menjelaskan bertahun-tahun selama penantiannya menduduki kursi mahapatih Majapahit. Ia punya banyak waktu untuk memikirkan tujuan - tujuan yang diraihnya kelak saat menjabat. Ia yakin takdir telah menyerunya untuk memenuhi impian - impian kuno para leluhur, yakni menyatukan seluruh kawasan di bawah bendera Majapahit.

Sebagian besar ancaman dari luar dan pemberontakan dari dalam yang dulu sempat menjadi rintangan telah berhasil dilumpuhkan, sehingga menurut Gajah Mada sekarang adalah waktu tepat untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut.

Gajah Mada hanya memikirkan apakah Majapahit harus menggunakan cara penguasaan secara bertahap dan halus, atau mengumumkannya secara langsung dan tegas ke seluruh wilayah. Mengingat pendahulunya Arya Tadah memilih pendekatan berhati-hati dan waspada.

Hal yang diakui Gajah Mada ke Gayatri berbeda dengan pribadi dirinya. Ia sosok tak sabaran, baginya yang utama adalah hasil. Meski ia mengakui pentingnya bergerak secara bertahap dan halus, bagi Gajah Mada tindakan dan pernyataan lugas tetap dibutuhkan pada waktu yang tepat.

Inilah yang mendorong dirinya secara gamblang dan jelas membeberkan arah kebijakan dalam rapat perdana majelis. Ia ingin tahu siapa saja yang sejak awal mendukungnya.

Namun kepada Gayatri, Gajah Mada tak pernah menduga hasilnya akan seperti itu. Ia mengira hanya Kembar yang akan menentangnya apapun yang ia usulkan. Tetapi justru banyak anggota majelis kerajaan yang menunjukkan ketidaksukaan mereka terhadap rencananya. Yang paling menyakitkan adalah ketika Kembar menghinanya untuk kedua kalinya.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Jangan Gampang Bersumpah...
Jangan Gampang Bersumpah dan Nazar, Begini Konsekuensinya Menurut Islam
Rekomendasi
Protes Keras Penangkapan...
Protes Keras Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa, Refly Harun: Keduanya Kooperatif Sejak Awal
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo, Refly: Untung Masih Sempat Salat Subuh, tapi Belum Mandi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Harun: Kami Berharap Penahanan Ini Ditangguhkan!
Berita Terkini
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved