Kisah Jayanegara Tumbalkan Mahapatih Mpu Nambi Redam Perseteruan 2 Wangsa Majapahit

Sabtu, 16 Desember 2023 - 07:15 WIB
loading...
Kisah Jayanegara Tumbalkan...
Akun Instagram @AI Nusantara, mengunggah hasil imajinasi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, tentang pemberontakan Ra Kuti berdasarkan novel berjudul Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi. Foto/Dok @ainusantara
A A A
Pemberontakan mewarnai pemerintahan Jayanegara bertahta. Raja kedua Majapahit itu memang naik tahta dengan beberapa catatan minor. Pasalnya Jayanegara harus menghadapi permusuhan dua wangsa yang cukup kuat di internal Majapahit.

Kedua wangsa yakni Wangsa Sinelir yang juga melatarbelakangi Jayanegara, dengan Wangsa Rajasa, yang menjadi latarbelakang pendiri Majapahit Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardhana.

Peristiwa penyerangan Lamajang dan pembunuhan Mpu Nambi, mahapatih pertama Majapahit membuat pendukung Wangsa Rajasa terus merongrong dan berusaha memberikan perlawanan bagi Jayanegara.

Baca Juga: Kisah Jaka Tingkir, Raja Sakti Murid Sunan Kalijaga Pemilik Pusaka Kiai Bajulgiling

Pemberontakan Ra Kuti menjadi upaya pertama yang dihadapi Jayanegara, selanjutnya beberapa pergolakan politik membuat internal keamanan Kerajaan Majapahit begitu tergoncang.

Mansur Hidayat, pada buku “Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru” mengisahkan pemerintahan Raja Jayanegara dan Wangsa Sinelir yang mendukungnya dibuat kerepotan dan tidak mampu lagi menampung kekuatan Wangsa Rajasa.

Bahkan Jayanegara kian tak mendapat simpati dari masyarakat Majapahit.

Kakawin Pararaton menjelaskan bagaimana mahapatih pengganti Mpu Nambi yang bernama Dyah Halayuda dianggap gagal menjalankan tugasnya dan bertanggung jawab atas munculnya pemberontakan yang terus bermunculan, sampai mengancam jiwa Jayanegara.

Bahkan Prasasti Sidateka mengemukakan Dyah Halayuda akhirnya diturunkan dari jabatannya sebagai Mahapatih Majapahit, setelah empat sampai lima tahun dari peristiwa pemberontakan Kuti terjadi.

Konon dipecatnya jabatan Dyah Halayuda dari Mahapatih Majapahit tak lepas dari ketidakberhasilannya menyetabilkan kondisi internal di Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Kisah Kesederhanaan dan Kepintaran Gayatri, Anak Terakhir Raja Singasari

Dyah Halayuda dianggap sebagai pembuat fitnah dan kerusakan politik Majapahit sehingga selain hukuman pemecatan, Dyah Halayuda juga dihukum oleh Jayanegara. Perseteruan antar wangsa kuat di Kerajaan Majapahit memang paling menyita perhatian Raja Jayanegara.

Karena Wangsa Rajasa yang merupakan saingan politiknya tetap mampu bertahan meskipun banyak pendukungnya sudah berguguran.Konon Dyah Halayuda menjadi salah satu tumbal yang disebabkan perseteruan dua wangsa, yang mewakili dua kekuatan besar di Kerajaan Majapahit.

Bahkan perlawanan itu juga hadir dari orang-orang terdekat Raja Jayanegara seperti dharmaputra sejumlah tujuh orang, yang salah satu di antaranya adalah Ra Kuti dan Ra Tanca.Pemberontakan Ra Kuti sukses ditumpas oleh Gajah Mada.

Tetapi Majapahit gagal menumpas pemberontakan Dharmaputra yang merupakan pendukung Wangsa Rajasa. Setelah itu, Ra Tanca yang merupakan tabib atau dokter istana Majapahit berhasil membunuh Jayanegara saat tengah mengobati sang raja akibat sakit raja singa yang dideritanya
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Penuh Intrik, Ini 7...
Penuh Intrik, Ini 7 Drama Korea yang Kisahkan Perebutan Takhta
Rekomendasi
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
3 Kendaraan Kecelakaan...
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved