Bima Arya Usul RSUD Bogor Ganti Nama dan Operasikan Laboratorium PCR

Minggu, 09 Agustus 2020 - 15:01 WIB
loading...
Bima Arya Usul RSUD...
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengusulkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor segera berganti nama. SINDOnews/Haryudi
A A A
BOGOR - Wali Kota Bogor , Bima Arya Sugiarto mengusulkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor segera berganti nama. Proses pergantian nama itu, untuk menunjukan identitas sebuah lembaga Badan Layanan Umum (BLU) milik Pemkot Bogor.

Untuk itu, diperlukan masukan dari berbagai pihak untuk pilihan nama yang akan dipakai menjadi nama RSUD. “RSUD ini harus punya nama. Masa sejak awal berdiri hingga memasuki usia yang ke-6 ini, namanya RSUD Kota Bogor terus. Untuk identitas sangat perlu,” katanya saat meninjau persiapan pengoperasian Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) pada Hari Ulang Tahu (HUT) ke-6 RSUD Kota Bogor, Minggu (9/8/2020).

Bima mengatakan, terbuka untuk berbagai usulan nama yang meyakinkan dan punya kredibilitas terutama di bidang kesehatan. “Saya inginnya nama dari tokoh Bogor yang lekat dengan perjuangan di bidang kesehatan,” ucapnya. (Baca juga; Bima Arya Resmikan Ruang Rawat Kelas III RSUD Senilai Rp89 Miliar )

Selain itu, kata Bima, sebagai ‘alumni COVID-19’ dirinya tidak menyesal telah memutuskan untuk dirawat di RSUD Kota Bogor saat dinyatakan terkonfirmasi positif virus Corona. Padahal waktu itu ada yang mengingatkan dirinya agar dirawat di Jakarta karena lebih siap dan lebih pengalaman. (Baca juga; Bima Arya Positif Corona, Aktivitas PNS di Balai Kota Bogor Sepi )

“Saya tidak pernah menyesal dan merasa keputusan itu tepat untuk dirawat di RSUD. Yakinilah tidak ada yang kebetulan, semua itu ada hikmahnya. Bayangkan, RSUD ini saya yang meresmikan gedungnya, saya pula jadi pasien COVID-19 pertamanya di situ. Tapi lagi-lagi saya percaya bahwa semuanya itu sudah jalan-Nya,” tambahnya.

Namun, lanjut Bima, ujian belum selesai, pihaknya meminta RSUD Kota Bogor membuktikan bahwa telah memiliki sistem yang siap. Dia juga mengaku senang dan bangga pada ulang tahun ke-6 ini, RSUD Kota Bogor bakal mengoperasikan laboratorium PCR dalam menunjang target 11.000 swab test.

“Sebab, swab test yang sesuai standar WHO, yakni 1% dari jumlah penduduk. Sekarang sudah 8.400 swab test, mungkin sekitar satu bulan lagi bisa 11.000 ya. Laboratorium PCR sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas uji diagnostik spesimen COVID-19,” katanya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Kemendagri Canangkan...
Kemendagri Canangkan Satpol PP sebagai Pelopor Gerakan Indonesia Asri
Waspada Virus Hanta,...
Waspada Virus Hanta, Menkes Budi Minta Screening ke WHO, Siapkan Rapid Test dan PCR
Rekomendasi
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved