Belasan Siswa SD di Konawe Dicabuli Penjaga Kantin Sekolah
Jum'at, 01 Desember 2023 - 03:25 WIB
loading...
Belasan siswi SD di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh penjaga kantin sekolah. Foto/iNews TV/Febriyono Tamenk
A
A
A
KENDARI - Belasan siswa SD di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh penjaga kantin sekolah. Kasus pencabulan anak tersebut, terungkap setelah para orang tua korban melapor ke Polresta Kendari, Kamis (30/11/2023).
Baca juga: Miris! Gadis 7 Tahun di Batam Ajak Adik Beradegan Suami Istri, Ternyata Korban Pencabulan Guru Ngaji
Para orang tua korban mendatangi Polresta Kendari, karena tak terima anaknya menjadi korban pencabulan. Pelaku pencabulan anak berinisial A (50), ternyata selain menjaga kantin sekolah, juga merupakan suami dari salah satu guru di sekolah tersebut.
Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengatakn, kasus pencabulan anak ini awalnya terungkap dari pengakuan salah satu siswi yang menjadi korban pencabulan. "Korban menceritakan pencabulan yang dialaminya ke orang tuanya," tuturnya.
Baca juga: Istri Siri Pembunuh Mantan Kepala RSUD Padang Disempuan Ditangkap, Usianya Masih 17 Tahun
Setelah ditelusuri, ternyata ada sebanyak 16 siswi lainya yang juga menjadi korban pencabulan anak. Usia para korban bervariasi, yakni 7-12 tahun. Salah satu siswi berinisial C mengungkapkan, pelaku memberikan kue kepada para korban sebelum melakukan pencabulan.
Baca juga: Terungkap! Pembunuh Gadis Muda di Tasikmalaya Pacar Sendiri, Dipicu Korban Telat Haid 2 Bulan
Setelah memberikan kue, pelaku menarik korban ke dalam kantin dan meremas buah dada korban kemudian memegang kemaluanya. Dari keterangan para orang tua korban, pelaku pencabulan telah ditahan di Polresta Kendari, untuk menjalani pemeriksaan dari penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Kendari.
Baca juga: Miris! Gadis 7 Tahun di Batam Ajak Adik Beradegan Suami Istri, Ternyata Korban Pencabulan Guru Ngaji
Para orang tua korban mendatangi Polresta Kendari, karena tak terima anaknya menjadi korban pencabulan. Pelaku pencabulan anak berinisial A (50), ternyata selain menjaga kantin sekolah, juga merupakan suami dari salah satu guru di sekolah tersebut.
Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengatakn, kasus pencabulan anak ini awalnya terungkap dari pengakuan salah satu siswi yang menjadi korban pencabulan. "Korban menceritakan pencabulan yang dialaminya ke orang tuanya," tuturnya.
Baca juga: Istri Siri Pembunuh Mantan Kepala RSUD Padang Disempuan Ditangkap, Usianya Masih 17 Tahun
Setelah ditelusuri, ternyata ada sebanyak 16 siswi lainya yang juga menjadi korban pencabulan anak. Usia para korban bervariasi, yakni 7-12 tahun. Salah satu siswi berinisial C mengungkapkan, pelaku memberikan kue kepada para korban sebelum melakukan pencabulan.
Baca juga: Terungkap! Pembunuh Gadis Muda di Tasikmalaya Pacar Sendiri, Dipicu Korban Telat Haid 2 Bulan
Setelah memberikan kue, pelaku menarik korban ke dalam kantin dan meremas buah dada korban kemudian memegang kemaluanya. Dari keterangan para orang tua korban, pelaku pencabulan telah ditahan di Polresta Kendari, untuk menjalani pemeriksaan dari penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Kendari.
(eyt)
Lihat Juga :