BEM UGM: Mahasiswa Jijik Lihat Gimik Politik Sok Mewakili Anak Muda

Kamis, 30 November 2023 - 10:26 WIB
loading...
BEM UGM: Mahasiswa Jijik...
Ketua BEM UGM, Gielbran Muhammad Noor. Foto/MPI/Erfan Erlin
A A A
YOGYAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM merasa jijik dengan gimick-gimick politik yang seolah mewakili anak muda. Karena apa yang dinamakan mewakili suara anak muda belum tentu mewakili anak muda itu sendiri.

Ketua BEM UGM, Gielbran Muhammad Noor mengatakan demokrasi yang seharusnya fokus pada kebutuhan rakyat namun sekarang justru fokus pada IKN (Ibu Kota Negara). Padahal IKN itu intinya kerugian negara karena investasi tidak ada yang masuk dan sebagainya.

Demokrasi yang baru seumur jagung sudah dirusak dengan ambisi politik dari segelintir orang yang kini masih berkuasa. Bahkan tindakan represif sudah dilakukan oleh negara terhadap mereka yang menyuarakan kebenaran.

Baca Juga: 5 Tokoh Politik Indonesia yang Berstatus Lulusan UGM

Tindakan represif juga sangat drastis dirasakan, dan termasuk para aktivis di Jogja. Bahkan untuk kegiatan demonstrasi Rabu (29/11/2023) petang kemarin di titik nol kilometer, pihaknya juga merasakan hal yang sama di mana perizinan tempat dipersusah.

”Itu menjadi wujud dari demokrasi di Indonesia memang sudah akan mati baru seumur jagung sudah hampir mati,” ujarnya.

Menurut dia, apa yang terjadi tersebut bukan Representasi pemuda. Para mahasiswa tidak mau jika satu orang anak yang bahkan anak seorang Presiden Indonesia itu diklaim perwakilan seluruh anak muda.

Pihaknya tidak ingin ada anak murah yang merupakan anak seorang anak seorang presiden itu diklaim sebagai perwakilan seluruh anak muda. ”Kita ngga terima. Sebagai anak muda kita merasa jijik karena yang dilakukan Jokowi dengan Gibran itu wujud paling ironis,” ungkapnya.

Baca Juga: Bagaimana Seharusnya Pendidikan Politik untuk Generasi Muda?

Terlebih sangat jelas proses yang terjadi adalah karena relasi kekeluargaan antara Ketua MK dengan Gibran. Dan itu menjadi bukti konkrit empiris yang tidak bisa membantah. Namun kenapa masyarakat tidak menyesaki jalanan dengan kemarahan.

Dia juga heran dengan kondisi saat ini di mana sekarang mulai dibanjiri dengan berbagai macam baliho yang besar namun isinya kecil. Belum lagi dengan isu politik uang itu menjadi wujud perhatian para mahasiswa.

“Demokrasi kita semakin tumbang dan harapannya masih seumur jagung janganlah jagung ini diinjak-injak,” ungkapnya.

Pihaknya memahami visi misi memang sesuatu yang dikemas. Mereka takut klaim-klaim bahwa itu mewakili anak muda hanya sebatas klaim, dan anak muda menjadi obyek bukan subyek. Namun dia menandaskan jika semua itu untuk mencari suara.

Karena 50 persen suara dalam pemilu nanti adalah suara anak muda sehingga isu anak muda adalah hal yang seksi. Oleh karena itu kenapa sekarang banyak semali politisi yang sok muda, sok keren. Di mana politisi ini di baliho berlagak anak muda demi suara anak muda.

"Lucu Ndak tadi di Jogja ada baliho besar bergambar anime Naruto mengacungkan dua jarinya itu wujud dari apakah sekosong itu politik kita gak ada visi gagasan di baliho itu dan saya baru tahu kalau Naruto itu timses, tegasnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Peringatan Hari Lahir...
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Yuke Yurike Ajak Generasi Muda Perkuat Rasa Cinta Tanah Air
Forum Gerakan Moral...
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Desak Kampus Bebas dari Politik Praktis
Di Balik Pesona Negeri...
Di Balik Pesona Negeri di Atas Awan Citorek, Ada Peran Anak Muda dan Budaya Lokal
Sandination Academy...
Sandination Academy dan YIS Dampingi 50 Brand dalam Offline Mentoring Rocket Incubation 2026
BCF Jadi Ajang Unjuk...
BCF Jadi Ajang Unjuk Karya, Menekraf: Ini Bukti Kekuatan Kreativitas Anak Muda Banten
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Rekomendasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Maroko Temani Brasil...
Maroko Temani Brasil ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Haiti Tersingkir
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved