LBH Perindo Jaktim Dampingi Bayi Diduga Korban Malpraktik Tim Medis RS di Sunter Agung
Jum'at, 24 November 2023 - 20:42 WIB
loading...
A
A
A
"Pihak rumah sakit kemudian mengontak kliennya Evayanti Marbun bahwa bayinya tersebut telah sehat dan bisa dibawa pulang. Kemudian, klien kami minta penunjang (data rekam medis) yang menyatakan anaknya sehat," tuturnya.
Saat diminta pihak rumah sakit atau dokter anak menyampaikan bahwa tidak perlu adanya segala macam (rekam medis). Bahkan dokter tersebut menyampaikan, jika perawatan yang dilakukan adalah melihat dan monitor perkembangan anak.
"Kemudian belum satu hari di rumah, anak atau bayi klien kami ini sudah mengalami perutnya membengkak, buang air besar keluar darah, demam yang tinggi, cenderung tidur hingga tidak mau minum. Klien kami kemudian membawa bayi ini untuk dilakukan pemeriksaan," ucapnya.
Saat dilakukan pemeriksaan dan akhirnya dirawat, pihak rumah sakit menyatakan bahwa anak dari kliennya tersebut mengalami penyempitan usus. Dokter menyarankan kepada orang tua bayi untuk segera dilakukan operasi.
"Akan tetapi operasi tersebut tidak dilakukan di sini (Podomoro) karena alatnya tidak ada. Hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit Daan Mogot, Jakarta Barat, pada (7/11/2023), dokter menyatakan bahwa ini bukan penyempitan melainkan bocor usus," terangnya.
Setelah dilakukan perawatan selama tujuh hari, akhirnya anak klien kami dioperasi pada 14 November dan dokter kemudian menunjukkan adanya kebocoran pada usus dari bayi tersebut. Menurut keterangan dokter di RS Daan Mogot, bahwa kebocoran ini disebabkan adanya pemasangan alat yang tidak tepat.
Saat diminta pihak rumah sakit atau dokter anak menyampaikan bahwa tidak perlu adanya segala macam (rekam medis). Bahkan dokter tersebut menyampaikan, jika perawatan yang dilakukan adalah melihat dan monitor perkembangan anak.
"Kemudian belum satu hari di rumah, anak atau bayi klien kami ini sudah mengalami perutnya membengkak, buang air besar keluar darah, demam yang tinggi, cenderung tidur hingga tidak mau minum. Klien kami kemudian membawa bayi ini untuk dilakukan pemeriksaan," ucapnya.
Saat dilakukan pemeriksaan dan akhirnya dirawat, pihak rumah sakit menyatakan bahwa anak dari kliennya tersebut mengalami penyempitan usus. Dokter menyarankan kepada orang tua bayi untuk segera dilakukan operasi.
"Akan tetapi operasi tersebut tidak dilakukan di sini (Podomoro) karena alatnya tidak ada. Hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit Daan Mogot, Jakarta Barat, pada (7/11/2023), dokter menyatakan bahwa ini bukan penyempitan melainkan bocor usus," terangnya.
Setelah dilakukan perawatan selama tujuh hari, akhirnya anak klien kami dioperasi pada 14 November dan dokter kemudian menunjukkan adanya kebocoran pada usus dari bayi tersebut. Menurut keterangan dokter di RS Daan Mogot, bahwa kebocoran ini disebabkan adanya pemasangan alat yang tidak tepat.
Lihat Juga :