Entaskan Kemiskinan Ekstrem, Pemprov Papua Barat Daya Kucurkan Anggaran Rp112 Miliar
Jum'at, 24 November 2023 - 13:41 WIB
loading...
Pj Gubernur Papua Barat Daya, Mohammad Musa’ad dan Pj Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat Daya, Ariyani Musa’ad. Foto/Istimewa
A
A
A
PAPUA BARAT DAYA - Pemprov Papua Barat Daya menggelar Road Show Penyerahan Bantuan Program Stunting dan Kemiskinan Ekstrem ke Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan ini dihelat oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Papua Barat Daya. Penyerahan bantuan ini diserahkan langsung oleh Pj Gubernur Papua Barat Daya, Mohammad Musa’ad.
Bantuan paket jaminan 1.000 hari Pertama Kehidupan (Jambu Hidup) yang diberikan meliputi bahan makanan bergizi untuk ibu hamil dan balita hingga bahan kontak dan insentif bagi penyuluh gizi/posyandu.
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Resmikan Provinsi Papua Barat Daya
Pj Gubernur Papua Barat Daya Mohammad Musa’ad mengatakan, pelaksanaan Otsus Papua sudah berlangsung selama 22 tahun. Prioritas penekanan otsus tertuju pada pencapaian kesejahteraan orang asli Papua (OAP), terutama masalah pendidikan dan kesehatan.
“Semua masalah kemiskinan ekstrem dan stunting menjadi dua hal yang masih mengganggu,” ucap Mohammad Musa’ad dalam keterangannya, Jumat (24/11/2023).
Kegiatan ini dihelat oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Papua Barat Daya. Penyerahan bantuan ini diserahkan langsung oleh Pj Gubernur Papua Barat Daya, Mohammad Musa’ad.
Bantuan paket jaminan 1.000 hari Pertama Kehidupan (Jambu Hidup) yang diberikan meliputi bahan makanan bergizi untuk ibu hamil dan balita hingga bahan kontak dan insentif bagi penyuluh gizi/posyandu.
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Resmikan Provinsi Papua Barat Daya
Pj Gubernur Papua Barat Daya Mohammad Musa’ad mengatakan, pelaksanaan Otsus Papua sudah berlangsung selama 22 tahun. Prioritas penekanan otsus tertuju pada pencapaian kesejahteraan orang asli Papua (OAP), terutama masalah pendidikan dan kesehatan.
“Semua masalah kemiskinan ekstrem dan stunting menjadi dua hal yang masih mengganggu,” ucap Mohammad Musa’ad dalam keterangannya, Jumat (24/11/2023).
Lihat Juga :