Kisruh Gang Besan Tangsel Kembali Memanas, Pengukuran Ulang Lahan Ricuh
Rabu, 22 November 2023 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
"Enggak boleh pak, enggak boleh, bapak anarkis seperti ini, rekam, rekam, kembalikan pak," teriak warga yang menyaksikan. "Huu, laporin, laporin ke Provam," sorak warga lainnya.
Baca Juga: Sudah 3 Kali Mediasi, BPN Heran Kisruh Tembok Gang Besan Serpong Tak Juga Tuntas
Sejumlah ibu-ibu ikut menyoraki aksi arogansi oknum petugas di lokasi. Setelah beberapa saat, handphone itu pun dikembalikan, namun dampak kericuhan sulit terbendung dan kian meluas. Pihak warga Gang Besan menuding jika petugas tidak netral dalam menyerap aspirasi mereka.
"Saya memang merekam dialog ini kan untuk dokumentasi, tapi HP saya direbut, dirampas. Buat saya ini tidak menunjukkan sikap sebagai seorang pengayom masyarakat. Menurut saya ini anarkis, saya syok, saya kaget, saya baru ngalami kali ini HP saya dirampas," tutur Hendra.
Pengukuran ulang terus berjalan. Beberapa petugas ukur yang mengaku dari BPN dan perwakilan pihak pengusaha nampak mengitari lahan yang menutup akses Gang Besan tersebut. Meski demikian, pihak pendamping warga menyebut jika pengukuran ulang itu tak memiliki dasar yang sah.
Baca Juga: Sudah 3 Kali Mediasi, BPN Heran Kisruh Tembok Gang Besan Serpong Tak Juga Tuntas
Sejumlah ibu-ibu ikut menyoraki aksi arogansi oknum petugas di lokasi. Setelah beberapa saat, handphone itu pun dikembalikan, namun dampak kericuhan sulit terbendung dan kian meluas. Pihak warga Gang Besan menuding jika petugas tidak netral dalam menyerap aspirasi mereka.
"Saya memang merekam dialog ini kan untuk dokumentasi, tapi HP saya direbut, dirampas. Buat saya ini tidak menunjukkan sikap sebagai seorang pengayom masyarakat. Menurut saya ini anarkis, saya syok, saya kaget, saya baru ngalami kali ini HP saya dirampas," tutur Hendra.
Pengukuran ulang terus berjalan. Beberapa petugas ukur yang mengaku dari BPN dan perwakilan pihak pengusaha nampak mengitari lahan yang menutup akses Gang Besan tersebut. Meski demikian, pihak pendamping warga menyebut jika pengukuran ulang itu tak memiliki dasar yang sah.
Lihat Juga :