Kenang Kolonel Subhan Korban Tewas Pesawat Jatuh di Pasuruan, Keluarga: Rencananya Pindah ke Makassar
Sabtu, 18 November 2023 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
Dengan saudara-saudaranya sangat baik, dengan keluarganya, sama orang tua, mertua, sama rekan-rekannya, termasuk kesan-kesan stafnya, beliau itu orangnya nggak pernah marah," katanya.
Dirinya juga mengenang sang kakak sebagai pribadi yang patut dicontoh. Pasalnya kendati berasal dari latarbelakang militer yang tegas dan terkenal keras, hal itu tidak sama sekali terlihat di diri Subhan. Bahkan Subhan disebut pribadi yang lembut, mengedepankan persuasif dan keramahan.
"Jauh sekali tentang image kita tentang sosok militer. Biasanya kan keras, galak, tapi lebih ke tegas, kalau Mas Subhan tegasnya tegas halus, dia bisa pendekatan persuasif, sama keluarga sama relasi pekerjaannya," terangnya.
Di sisi lain, Santini ibu kandung almarhum mengenang sosok anaknya sebagai pribadi yang pekerja keras dan pantang menolak tugas. Di balik kerja kerasnya sosok Subhan disebut ibunya sangat ramah dan baik ke semua orang, meski ia pribadi jarang berkumpul dengan Subhan karena tinggal di Madura.
Perempuan berusia 73 tahun tak bisa banyak berkata-kata karena cukup terkejut mendengar kematian sang anak, yang menjadi korban kecelakaan pesawat di Pasuruan.
"Saya tidak kumpul karena saya di Madura dan anak saya di Malang, baik, ramah anaknya, sama orang tua itu juga hormat. Yang kemarin ini (terbang kejadian) tidak pamit. Dia cuma sempat bilang mau mengantarkan anaknya pelantikan taruna," kata Santini.
Sang ibu terakhir kali berkomunikasi dengan Subhan, saat ia akan terbang pada Kamis kemarin sebelum kejadian. Menurutnya, sang anak kendati telah menikah dan memiliki anak biasanya selalu menceritakan apa yang akan dikerjakannya.
Dirinya juga mengenang sang kakak sebagai pribadi yang patut dicontoh. Pasalnya kendati berasal dari latarbelakang militer yang tegas dan terkenal keras, hal itu tidak sama sekali terlihat di diri Subhan. Bahkan Subhan disebut pribadi yang lembut, mengedepankan persuasif dan keramahan.
"Jauh sekali tentang image kita tentang sosok militer. Biasanya kan keras, galak, tapi lebih ke tegas, kalau Mas Subhan tegasnya tegas halus, dia bisa pendekatan persuasif, sama keluarga sama relasi pekerjaannya," terangnya.
Di sisi lain, Santini ibu kandung almarhum mengenang sosok anaknya sebagai pribadi yang pekerja keras dan pantang menolak tugas. Di balik kerja kerasnya sosok Subhan disebut ibunya sangat ramah dan baik ke semua orang, meski ia pribadi jarang berkumpul dengan Subhan karena tinggal di Madura.
Perempuan berusia 73 tahun tak bisa banyak berkata-kata karena cukup terkejut mendengar kematian sang anak, yang menjadi korban kecelakaan pesawat di Pasuruan.
"Saya tidak kumpul karena saya di Madura dan anak saya di Malang, baik, ramah anaknya, sama orang tua itu juga hormat. Yang kemarin ini (terbang kejadian) tidak pamit. Dia cuma sempat bilang mau mengantarkan anaknya pelantikan taruna," kata Santini.
Sang ibu terakhir kali berkomunikasi dengan Subhan, saat ia akan terbang pada Kamis kemarin sebelum kejadian. Menurutnya, sang anak kendati telah menikah dan memiliki anak biasanya selalu menceritakan apa yang akan dikerjakannya.
Lihat Juga :