Sejarah dan Asal-usul Nama Sumedang, Diambil dari Kerajaan di Jawa Barat

Kamis, 16 November 2023 - 12:05 WIB
loading...
Sejarah dan Asal-usul...
Masjid Al Kamil di pesisir Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Foto/Antara
A A A
SUMEDANG - Sumedang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang terkenal dengan makanan khasnya, yaitu tahu sumedang. Kabupaten ini berada sekitar 45 kilometer sebelah timur laut dari ibu kota Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Bandung.

Kabupaten Sumedang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu, Majalengka, Garut, Subang, Bandung, dan Bandung Barat. Sumedang juga merupakan bagian dari kawasan metropolitan Bandung Raya.

Sama halnya dengan kabupaten lain yang ada di Indonesia, Sumedang juga mempunyai sejarah dan asal-usul yang menarik diketahui. Adapun sejarah dan asal-usulnya sebagai berikut.

Sejarah dan Asal-usul Nama Sumedang


Sumedang dahulu merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Sumedang Larang, yang bercorak Hindu. Kerajaan ini didirikan oleh Prabu Guru Adji Putih atas perintah Prabu Surya Dewata sebelum Keraton Galuh dipindahkan ke Pakuan Pajajaran, Bogor.

Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Nama Pacitan, Daerah yang Dulunya Minus Pangan

Nama Sumedang diambil dari nama kerajaan yang ada di kabupaten ini, yaitu Kerajaan Sumedang Larang. Seiring dengan perubahan zaman dan kepemimpinan, nama Sumedang mengalami beberapa perubahan.

Dikutip dari laman resmi Pemprov Jawa Barat, nama Sumedang berasal dari kata Insun Medal atau Insun Medangan, yang berarti “aku dilahirkan; aku menerangi” dalam bahasa Sunda.

Kata Larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingannya. Nama tersebut telah menggambarkan semangat dan kejayaan kerajaan ini di masa lalu.

Pada masa pemerintahan Prabu Tajimalela, putra Prabu Guru Adji Putih, nama kerajaan ini diganti menjadi Himbar Buana, yang berarti “menerangi alam”. Prabu Tajimalela dikenal sebagai raja yang bijaksana dan adil, yang berhasil memperluas wilayah kerajaannya hingga mencapai Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pada tahun 1530, Kerajaan Sumedang Larang menjadi bagian dari Kesultanan Cirebon, setelah Ratu Pucuk Umun, putri Prabu Tajimalela, menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ratu Pucuk Umun juga dikenal sebagai Nyi Mas Ratu Dewi Inten Dewata atau Nyimas Setyasih.

Kemudian pada tahun 1585, telah terjadi peristiwa Harisbaya yang dipimpin oleh Prabu Geusan Ulun, putra Ratu Pucuk Umun. Prabu Geusan Ulun berhasil membebaskan Sumedang Larang dari kekuasaan Cirebon, dan menjadikannya sebagai negara berdaulat.

Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Nama Sibolga, Kota Terkecil di Indonesia

Prabu Geusan Ulun adalah raja terakhir Kerajaan Sumedang Larang, yang memerintah dari tahun 1579 hingga 1601. Ia dikenal sebagai raja yang berani dan cakap, yang berhasil mempertahankan kemerdekaan Sumedang Larang dari serangan Kesultanan Mataram dan Belanda.

Setelah Prabu Geusan Ulun wafat, ia digantikan oleh putranya, Prabu Suriadiwangsa, yang memerintah dari tahun 1601 hingga 1620. Prabu Suriadiwangsa adalah raja yang lemah dan tidak disukai rakyatnya.

Ia akhirnya menyerahkan Sumedang Larang kepada Kesultanan Mataram, setelah kalah dalam perang melawan Sultan Agung. Sejak tahun 1620, Sumedang Larang menjadi bawahan Kesultanan Mataram, dan kemudian beralih ke VOC, Hindia Belanda, Republik Indonesia Serikat, dan Republik Indonesia.

Meskipun demikian, rakyat Sumedang Larang tetap mempertahankan identitas dan budayanya, serta berjuang melawan penjajah. Salah satu tokoh pejuang dari Sumedang Larang adalah Pangeran Kornel, yang dikenal sebagai pahlawan Cadas Pangeran.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Jelang Kelulusan, Menpan...
Jelang Kelulusan, Menpan RB Bekali Praja IPDN soal Wajah Baru Pelayanan Publik
Musda XI Tetapkan Daniel...
Musda XI Tetapkan Daniel Muttaqien Syaifuddin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Rekomendasi
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Berita Terkini
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved