Ketua DPP Perindo Soroti 2 Kasus Kekerasan Anak di Malang: Perlu Peran Aktif Lingkungan
Senin, 06 November 2023 - 10:23 WIB
loading...
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum Internal, Christophorus Taufik. Foto/Avirista Midaada/MPI
A
A
A
MALANG - Munculnya kembali kasus hukum yang dilakukan dan menimpa anak di Malang menjadi sorotan, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum Internal, Christophorus Taufik. Pasalnya, ia prihatin kasus-kasus hukum yang menimpa anak kembali berulang, terlebih korbannya juga sesama anak yang juga teman satu sekolahnya.
Menurut Christ, sapaan akrabnya munculnya dua kasus anak yakni yang menimpa D anak asal Kedungkandang, Kota Malang, yang jadi korban penyekapan dan penyiksaan oleh anggota keluarganya, dan terbaru perkelahian anak antara H dan R pada sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Tegalweru, Kabupaten Malang cukup memprihatinkan.
"Menurut saya kekerasan yang dilakukan atau melibatkan anak-anak harus kita sama-sama prihatin, karena tidak seharusnya itu terjadi," ucap Christophorus Taufik, dikonfirmasi pada Senin (6/11/2023).
Kembali munculnya kasus anak yang berhadapan dengan hukum menjadi alarm bagi lingkungan sekitar anak, bukan hanya tanggung jawab keluarga sebagai lingkungan terkecil anak, agar bisa menyadarkan dan menjadikan tumbuh kembang anak menjadi positif tak hanya dari sisi fisik, tapi juga etika.
Baca Juga: RPA Perindo Ajak Korban Kekerasan Berani Melaporkan Kasus Kekerasan
"Saya pikir menyadarkan bahwa memang peranan bersama untuk membesarkan dan menumbuhkembangkan anak dari lingkungan dan keluarga lingkungan terkecil kan keluarga," ucap calon legislatif (Caleg) DPR RI Partai Perindo yang maju dari Daerah Pemilihan Malang Raya
Bagi Christ, anak-anak yang melakukan tindakan kekerasan itu tidak bisa dianggap sebagai faktor tunggal. Sebab bisa jadi anak-anak itu justru melihat adegan kekerasan dari orang dewasa, atau orang-orang lain yang ada di sekitarnya.
Menurut Christ, sapaan akrabnya munculnya dua kasus anak yakni yang menimpa D anak asal Kedungkandang, Kota Malang, yang jadi korban penyekapan dan penyiksaan oleh anggota keluarganya, dan terbaru perkelahian anak antara H dan R pada sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Tegalweru, Kabupaten Malang cukup memprihatinkan.
"Menurut saya kekerasan yang dilakukan atau melibatkan anak-anak harus kita sama-sama prihatin, karena tidak seharusnya itu terjadi," ucap Christophorus Taufik, dikonfirmasi pada Senin (6/11/2023).
Kembali munculnya kasus anak yang berhadapan dengan hukum menjadi alarm bagi lingkungan sekitar anak, bukan hanya tanggung jawab keluarga sebagai lingkungan terkecil anak, agar bisa menyadarkan dan menjadikan tumbuh kembang anak menjadi positif tak hanya dari sisi fisik, tapi juga etika.
Baca Juga: RPA Perindo Ajak Korban Kekerasan Berani Melaporkan Kasus Kekerasan
"Saya pikir menyadarkan bahwa memang peranan bersama untuk membesarkan dan menumbuhkembangkan anak dari lingkungan dan keluarga lingkungan terkecil kan keluarga," ucap calon legislatif (Caleg) DPR RI Partai Perindo yang maju dari Daerah Pemilihan Malang Raya
Bagi Christ, anak-anak yang melakukan tindakan kekerasan itu tidak bisa dianggap sebagai faktor tunggal. Sebab bisa jadi anak-anak itu justru melihat adegan kekerasan dari orang dewasa, atau orang-orang lain yang ada di sekitarnya.
Lihat Juga :