Kisah Pilu Murid SD di Sukabumi Korban Bullying Teman Sekolah hingga Patah Tulang

Rabu, 01 November 2023 - 09:33 WIB
loading...
Kisah Pilu Murid SD...
Orang tua siswa SD di Sukabumi yang menjadi korban bullying teman sekolah menunjukkan foto patah tulang yang dialami anaknya. Foto/MPI/Dharmawan Hadi
A A A
SUKABUMI - Seorang murid sekolah dasar (SD) di Sukabumi, Jawa Barat mengalami patah tulang diduga akibat aksi perundungan (bullying) yang dilakukan oleh teman sekelasnya.

Korban didorong oleh dua temannya dengan posisi membungkuk di belakangnya. Sehingga korban terjatuh dengan posisi tulang yang bergeser.

Baca juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Bullying Bocah SD di Tasikmalaya

Orang tua korban, DS (43), menceritakan awal mula kejadian tersebut terungkap. Diawali saat anaknya, NCS (10) kelas 3 SD swasta favorit di Kota Sukabumi yang menjadi korban bullying menceritakan yang dialaminya.

Korban bercerita setelah 8 bulan diintimidasi pihak sekolah untuk tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya dan menceritakan kejadian rekayasa yang sudah diduga di-setting pihak sekolah.



"Selama ini anak saya selalu menutup-nutupi, selalu bilang yang baik untuk sekolah. Nah sekarang sudah terbuka, saya menyimpulkan selama ini anak saya berada di bawah tekanan, karena dia berbicara tidak sesuai dengan kenyataannya," ujar DS kepada MNC Portal Indonesia, dikutipRabu (1/11/2023).

Lebih lanjut DS mengatakan, intimidasi dari gurunya dengan cara korban harus menuruti cerita hasil rekayasa kejadian yang dibuat oleh gurunya. Pada saat itu korban sedang mengalami trauma berat karena tangannya patah dan bukan patah biasa, hingga tulangnya berbalik.

Baca juga: Siswa SD Korban Bullying di Malang Sempat Koma, Kondisinya Masih Trauma

"Anak saya dibawa ke ruangan di UKS bersama sama pelaku temannya itu dan gurunya mengintimidasi dengan cara memberitahu apa yang harus dilakukan dengan berbohong," jelas DS.

Rekayasa yang dibuat gurunya, lanjut DS, mengharuskan anaknya mengikuti cerita bohong bahwa kejadian tersebut terjadi ketika anaknya datang dari toilet, masuk ke kelas lihat teman-teman.

Anaknya lagi main tarik-tarikan dan mencoba menolong namun satu tangannya dilepasi, sehingga temennya terjatuh anaknya tersandung ikut jatuh.

"Dan (cerita rekayasa) itu konstan konsisten dipegang anak saya, omongan itu sampai kemarin. Adapun selama hari-hari di sekolah, guru-guru dan kepala sekolah itu terus mengintimidasi anak saya memastikan bahwa tidak bersuara, tidak speak up (kejadian sebenarnya)," ujar DS.

Padahal kejadian yang sebenarnya, ujar DS, anaknya ketika berjalan dari toilet akan menuju ke ruang kelas, sengaja didorong oleh temannya, dan teman satu laginya sudah berada di belakang korban dengan posisi membungkuk seperti sedang bersujud. Sehingga korban terjatuh dan mengalami patah tulang.

Sementara itu pihak sekolah yang coba dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan singkat, belum merespons pertanyaan wartawan. Ketika datang ke sekolah untuk meminta keterangan, penjaga sekolah menyebutkan bahwa kepala sekolah tidak berada di tempat.

Saat ini orang tua korban sudah melaporkan kejadian perundungan ini yang melibatkan pihak sekolah kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi Kota.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Super Antusias, Audisi...
Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini
Rekomendasi
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved