Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Turun 8,2% Akibat Pandemi COVID-19

Rabu, 05 Agustus 2020 - 14:37 WIB
loading...
Pertumbuhan Ekonomi...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyimak penjelasan live dari BPS Pusat dan BPS Jakarta tentang kondisi ekonomi Indonesia dan Jakarta di kuartal II tahun 2020. Foto/Tangkapan Twitter @aniesbaswedan
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada periode kuartal II 2020 mengalami penurunan 8,22% dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini akibat dampak pandemi virus Corona atau COVID-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, perekonomian Indonesia di kuartal Il ini turun 5,32% dibanding tahun lalu, sedangkan Jakarta turun 8,22%. (Baca juga; Total Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di DKI Capai Rp2,4 Miliar )

"Sejak awal, memang diperkirakan ekonomi DKI akan turun lebih dalam daripada Nasional krisis akibat virus COVID-19," kata Anies seperti yang dikutip melalui media sosial (Medsos) Instagramnya, Rabu (5/8/2020).

Namun, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini optimistis pertumbuhan ekonomi Jakarta bakal meroket tajam bila pandemi Corona terkendali dan hilang dari ibu kota. "Kita memang sedang menghadapi tantangan besar, insya Allah, tidak jadi berat. Sebabnya adalah krisis kesehatan, dampaknya adalah krisis ekonomi," ungkapnya.

Untuk itu, Anies meminta masyarakat harus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan agar wabah COVID-19 hilang dari Jakarta. Jadi pertumbuhan ekonomi di DKI akan berjalan baik. (Baca juga; DKI Jakarta Masuk 10 Besar Kota Termacet se-Asia Tenggara, Kerugian Capai Rp65 Triliun )

"Kita bagi tugas. Rakyat jalankan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) kapan pun, saling mengingatkan untuk disiplin. Lalu Pemprov kerjakan 3T (testing, tracing, treatment), serta peningkatan kapasitas Rumah Sakit (RS) dan penegakan aturan pembatasan sosial, juga perlindungan sosial bagi mereka yang paling rentan," pungkasnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Rekomendasi
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Berita Terkini
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
Minta Satpam Tak Dipecat,...
Minta Satpam Tak Dipecat, Pramono Ungkap CCTV Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI
Infografis
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024-2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved