Suara Gemuruh dari Puncak Gunung Slamet, Bikin Siswa SD Ketakutan
Kamis, 26 Oktober 2023 - 15:41 WIB
loading...
Siswa SD Negeri Gambuhan di Kabupaten pemalang, Jateng, merasa ketakutan mendengar suara gemuruh dari puncak Gunung Slamet. Foto/iNews TV/Suryono Sukarno
A
A
A
PEMALANG - Adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet di Kabupaten Pemalang, Jateng, membuat para pelajar di SD Negeri Gambuhan merasa takut. Pasalnya, mereka sering kali mendengar suara gemuruh dari puncak Gunung Slamet.
Baca juga: Awas! Gunung Slamet Naik Status Level 2, Warga Diminta Menjauh Radius 2 Kilometer
Suara gemuruh dari puncak Gunung Slamet tersebut, juga disertai kepulan asap putih, sehingga membuat para pelajar tersebut takut sewaktu-waktu Gunung Slamet meletus. Hingga saat ini status Gunung Slamet, masih berada di level II atau waspada.
Peningkatan status Gunung Slamet tersebut, ditandai dengan adanya peningkatan gempa tremor yang menandai adanya pergerakan magma dari perut bumi ke permukaan, serta terjadinya gempa hembusan.
Baca juga: Lucuti Daster Istri Orang, Pria di Pamekasan Tewas Dibacok
Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, hanya berjarak sekitar 5-8 km dari puncak Gunung Slamet. Wilayah desa tersebut, merupakan daerah rawan bencana letusan Gunung Slamet, yang merupakan gunung tertinggi di Jateng.
Kepala SD Negeri Gambuhan, Gutomo mengatakan, para pelajar sudah diimbau untuk tidak panik dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet. Tetapi, mereka juga tetap diminta untuk waspada. "Para siswa mengaku banyak yang takut, karena sering mendengar suara gemuruh," tuturnya.
![Suara Gemuruh dari Puncak Gunung Slamet, Bikin Siswa SD Ketakutan]()
Ketakutan dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet tersebut, juga diakui siswa kelas enam SD Negeri Gambuhan, Ramadhan. "Kalau dengar suara gemuruh, dan ada asap di puncak gunung jadi takut," tuturnya.
Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3.432 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut, statusnya naik dari normal menjadi waspada atau level II. Gunung Slamet berada di wilayah perbatasam antara Kabupaten Pemalang, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Purbalingga.
Baca juga: Tolak Bersetubuh dengan 3 Pria, Wanita Cantik di Surabaya Dianiaya Kekasih hingga Lebam
Dari pos pengamatan Gunung Slamet di Desa Gmbuhan, terlihat asap putih terus mengepul dari kawah namun tidak terdengar letusan atau getaran. Asap putih tersebut, terlihat mengarah ke barat atau arah Brebes, dan Banyumas.
Petugas pos pengamatan Gunung Slamet, Deri Alhidayat mengatakan, getaran atau gempa tremor terus menerus terjadi dan cenderung meningkat sejak pagi hingga siang. Dengan kondisi Gunung Slamet naik status menjadi waspada, masyarakat diimbau untuk tetap tenag namun meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga: Awas! Gunung Slamet Naik Status Level 2, Warga Diminta Menjauh Radius 2 Kilometer
Suara gemuruh dari puncak Gunung Slamet tersebut, juga disertai kepulan asap putih, sehingga membuat para pelajar tersebut takut sewaktu-waktu Gunung Slamet meletus. Hingga saat ini status Gunung Slamet, masih berada di level II atau waspada.
Peningkatan status Gunung Slamet tersebut, ditandai dengan adanya peningkatan gempa tremor yang menandai adanya pergerakan magma dari perut bumi ke permukaan, serta terjadinya gempa hembusan.
Baca juga: Lucuti Daster Istri Orang, Pria di Pamekasan Tewas Dibacok
Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, hanya berjarak sekitar 5-8 km dari puncak Gunung Slamet. Wilayah desa tersebut, merupakan daerah rawan bencana letusan Gunung Slamet, yang merupakan gunung tertinggi di Jateng.
Kepala SD Negeri Gambuhan, Gutomo mengatakan, para pelajar sudah diimbau untuk tidak panik dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet. Tetapi, mereka juga tetap diminta untuk waspada. "Para siswa mengaku banyak yang takut, karena sering mendengar suara gemuruh," tuturnya.

Ketakutan dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet tersebut, juga diakui siswa kelas enam SD Negeri Gambuhan, Ramadhan. "Kalau dengar suara gemuruh, dan ada asap di puncak gunung jadi takut," tuturnya.
Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3.432 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut, statusnya naik dari normal menjadi waspada atau level II. Gunung Slamet berada di wilayah perbatasam antara Kabupaten Pemalang, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Purbalingga.
Baca juga: Tolak Bersetubuh dengan 3 Pria, Wanita Cantik di Surabaya Dianiaya Kekasih hingga Lebam
Dari pos pengamatan Gunung Slamet di Desa Gmbuhan, terlihat asap putih terus mengepul dari kawah namun tidak terdengar letusan atau getaran. Asap putih tersebut, terlihat mengarah ke barat atau arah Brebes, dan Banyumas.
Petugas pos pengamatan Gunung Slamet, Deri Alhidayat mengatakan, getaran atau gempa tremor terus menerus terjadi dan cenderung meningkat sejak pagi hingga siang. Dengan kondisi Gunung Slamet naik status menjadi waspada, masyarakat diimbau untuk tetap tenag namun meningkatkan kewaspadaan.
(eyt)
Lihat Juga :