Dukung Ketahanan Pangan Masyarakat, Wilmar Gandeng Kelompok Tani di Kalteng
Senin, 23 Oktober 2023 - 12:42 WIB
loading...
Untuk mendukung ketahanan pangan, PT Mustika Sembuluh bekerja sama dengan kelompok tani di Seruyan mengolah lahan 30 hektare untuk ditanami tanaman pangan. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
SERUYAN - PT Mustika Sembuluh, Wilmar Central Kalimantan Project bekerja sama dengan Kelompok Tani Menabur Benih Menuai Hasil di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengolah lahan 30 hektare untuk ditanami tanaman pangan. Tujuan program ini sebagai komitmen mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Ketua Kelompok Tani Menabur Benih Menuai Hasil Suharno menuturkan, lahan tersebut merupakan hibah dari salah satu warga untuk dimanfaakan dalam budidaya tanaman pangan. Awalnya, masyarakat kesulitan mengolah lahan tersebut sehingga hasilnya kurang baik. Baca juga: Hidupkan Lahan Tidur, Wilmar dan Petani Panen Raya 6-7 ton Beras per Ha
Pada 2019, kelompok tani itu mulai bekerjasama dengan PT Mustika Sembuluh. Bantuan dari perusahaan membantu mereka bergerak lebih maju. "Dengan bantuan perusahaan, kami bisa bergerak. Saat mengalami pendemi, kami sudah panen jagung. Dengan kemandirian, kami tidak kekurangan pangan di sini. Bantuan luar biasa, ada untuk pengerukan tanah, tadinya tidak punya air sekarang dibuatkan kolam," kata Suharno, Minggu (22/10/2023).
Pihaknya bersyukur karena pengembangan ketahanan pangan tersebut membantu mereka selama pandemi, sehingga tidak perlu khawatir dengan penyediaan pangan. Selain untuk konsumsi anggota kelompok tani, hasilnya ada yang dijual kepada perusahaan.
Dari total luas 30 hektare, saat ini masyarakat telah menggarap lahan hingga 20 hektare. Area itu ditanami berbagai sayuran, jagung, kacang tanah, kacang panjang, terong, dan lain-lain.
Ketua Kelompok Tani Menabur Benih Menuai Hasil Suharno menuturkan, lahan tersebut merupakan hibah dari salah satu warga untuk dimanfaakan dalam budidaya tanaman pangan. Awalnya, masyarakat kesulitan mengolah lahan tersebut sehingga hasilnya kurang baik. Baca juga: Hidupkan Lahan Tidur, Wilmar dan Petani Panen Raya 6-7 ton Beras per Ha
Pada 2019, kelompok tani itu mulai bekerjasama dengan PT Mustika Sembuluh. Bantuan dari perusahaan membantu mereka bergerak lebih maju. "Dengan bantuan perusahaan, kami bisa bergerak. Saat mengalami pendemi, kami sudah panen jagung. Dengan kemandirian, kami tidak kekurangan pangan di sini. Bantuan luar biasa, ada untuk pengerukan tanah, tadinya tidak punya air sekarang dibuatkan kolam," kata Suharno, Minggu (22/10/2023).
Pihaknya bersyukur karena pengembangan ketahanan pangan tersebut membantu mereka selama pandemi, sehingga tidak perlu khawatir dengan penyediaan pangan. Selain untuk konsumsi anggota kelompok tani, hasilnya ada yang dijual kepada perusahaan.
Dari total luas 30 hektare, saat ini masyarakat telah menggarap lahan hingga 20 hektare. Area itu ditanami berbagai sayuran, jagung, kacang tanah, kacang panjang, terong, dan lain-lain.
Lihat Juga :