Kisah Pangeran Diponegoro Murka saat Belanda Tangkap Kiai Murmo Tanpa Sebab

Senin, 23 Oktober 2023 - 07:35 WIB
loading...
Kisah Pangeran Diponegoro...
Potret kemurkaan Pangeran Diponegoro bersama pasukannya terhadap penjajah Belanda. Foto/SINDOnews
A A A
YOGYAKARTA - Pangeran Diponegoro dibuat meradang marah usai Belanda menangkap tokoh ulama kiai dan santri. Para ulama dan santri ini ditangkap tanpa sebab saat itu tengah belajar di pondok pesantren.

Perintah penangkapan itu dikeluarkan Residen Belanda atau sekelas pejabat pemerintah daerah bernama Nahuys Van Burgst.

Peristiwa ini membuat hubungan antara pemerintah kolonial Belanda dengan masyarakat Jawa, terutama sang pangeran kian memanas. Sebelumnya kebijakan pembagian kekuasaan menjadikan para raja - raja Jawa selatan - tengah begitu kesulitan untuk menyesuaikan diri.

Baca Juga: Siasat Pasukan Pangeran Diponegoro Rampok Logistik Belanda di Perang Jawa

Kebijakan itu membuat banyak kerabat keraton Yogyakarta yang merapat ke Pangeran Diponegoro, untuk melakukan perlawanan, sebagaimana dikisahkan dalam buku “Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 – 1855” dari Peter Carey.

Selain peristiwa itu, perdebatan tentang penunjukan pemungut pajak desa dan pejabat polisi (gunung) antara Diponegoro dan klik keraton di sekitar Ratu Ibu, juga membuat hubungan kian memanas.

Apalagi ada kejadian penangkapan Kiai Murmo Wijoyo sekitar tahun 1757 yang membuat geram para kerabat keraton dan Pangeran Diponegoro.Kiai Murmo adalah seorang guru agama yang terpandang dan kaya dari daerah Pajang.

Baca Juga: Kisah Perempuan Peranakan China yang Membuat Kesaktian Pangeran Diponegoro Hilang

Konon Kiai Murmo ditangkap tiba - tiba, tanpa alasan yang jelas saat tengah mengajar di Ponpes. Beliau kelahiran desa perdikan (desa bebas pajak) Mojo, kampung asal Kiai Mojo, penasihat agama Diponegoro.

Sosok Kiai Murmo juga memiliki hubungan darah dengan Pangeran Diponegoro. Dimana setelah muda ia ke Kepundung dekat Delanggu, salah satu dari desa perdikan Yogya yang paling kaya dan merupakan tempat kelahiran ibunda Sultan Pertama, Mas Ayu Tejowati.

Karena memiliki hubungan kekerabatan inilah, Pangeran Diponegoro dibuat kecewa dan marah besar dengan penangkapan tiba-tiba kepada Kiai Murmo. Tak hanya menangkap saja, harta Kiai Murmo disita Belanda sesuai perintah sang Residen Nahuys Van Burgst.

Baca Juga: Kisah Pangeran Diponegoro Bertempur Bersama Peranakan China di Perang Sabil

Tak hanya menangkapnya, beberapa santri dan pemuda muslim juga ditangkap Nahuys saat tengah belajar agama Islam. Para santri dan pemuda ini bahkan dapat dijatuhi hukuman mati, hanya karena diduga sebagai simpatisan pro Diponegoro.

Rangkaian peristiwa inilah yang membuat hubungan Diponegoro dengan pemerintah kolonial Belanda kian memburuk. Apalagi Diponegoro sempat diasingkan selama enam tahun 1816 - 1824 dan kematian Kiai Murmo di pengasingan kian menguncang jiwanya.

Sehingga menumbuhkan keyakinan diri pada Pangeran Diponegoro, bahwa para pejabat jenis baru Belanda dan para penyewa tanah betul - betul kurang menghormati Islam.Untuk itu, dia melakukan perlawanan keras terhadap penjajah Belanda.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Kapten Kapal Pesiar...
Kapten Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Bilang pada Penumpang: Pria yang Tewas Itu Tak Menular
Pria Pro-Nazi Hendak...
Pria Pro-Nazi Hendak Bunuh 2 Putri Kerajaan Belanda, Bawa Kapak Bertuliskan Mossad dan Sieg Heil
Rekomendasi
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved