Kisah Raja Majapahit Bak Fir'aun Pernah Perintahkan Habisi Bayi selama Sewindu
Minggu, 22 Oktober 2023 - 06:28 WIB
loading...
Raja Majapahit versi AI. Foto/Ilustrasi TikTok @ainusantara
A
A
A
Kisah Raja Majapahit bak Fir'aun lantaran pernah memerintahkan untuk menghabisi bayi selama sewindu menarik untuk diulas. Konon setelah jatuh sakit Prabu Brawijaya mengumpulkan para ahli nujum atau peramal untuk menjawab segala pertanyaan sang prabu.
Kemudian ada salah satu ahli nujum meramal bahwa sesudah tiga keturunan lagi, wahyu kerajaan akan berpindah dari Majapahit ke Mataram. Dikisahkan dari buku "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara" karya Slamet Muljana, sang Prabu Brawijaya bermimpi beliau bisa sembuh dari penyakitnya.
Namun ia harus bercampur dengan putri Wandan, dayang-dayang putri Dwarawati. Namun setelah sembilan bulan, putri Wandan melahirkan seorang jabang bayi laki-laki. Putri Wandan diceraikan dan jabang bayi diserahkan Prabu Brawijaya kepada juru Masahar dengan pesan agar jabang bayi pada usia sewindu dibunuh.
Juru sawah Masahar menyanggupi, jabang bayi dibawa pulang dan dipelihara baik-baik oleh Nyi Masahar, yang sudah bertahun-tahun merindukan anak. Jabang bayi itu diberi nama Bondan Kejawan. Setelah mencapai usia sewindu, juru sawah Masahar berniat memenuhi janjinya kepada sang prabu, karena takut kena umpat sang nata Prabu Brawijaya.
Baca Juga: Kisah Raja Majapahit Murka usai Mendengar Pidato Pembelotan Ranggalawe
Kemudian ada salah satu ahli nujum meramal bahwa sesudah tiga keturunan lagi, wahyu kerajaan akan berpindah dari Majapahit ke Mataram. Dikisahkan dari buku "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara" karya Slamet Muljana, sang Prabu Brawijaya bermimpi beliau bisa sembuh dari penyakitnya.
Namun ia harus bercampur dengan putri Wandan, dayang-dayang putri Dwarawati. Namun setelah sembilan bulan, putri Wandan melahirkan seorang jabang bayi laki-laki. Putri Wandan diceraikan dan jabang bayi diserahkan Prabu Brawijaya kepada juru Masahar dengan pesan agar jabang bayi pada usia sewindu dibunuh.
Juru sawah Masahar menyanggupi, jabang bayi dibawa pulang dan dipelihara baik-baik oleh Nyi Masahar, yang sudah bertahun-tahun merindukan anak. Jabang bayi itu diberi nama Bondan Kejawan. Setelah mencapai usia sewindu, juru sawah Masahar berniat memenuhi janjinya kepada sang prabu, karena takut kena umpat sang nata Prabu Brawijaya.
Baca Juga: Kisah Raja Majapahit Murka usai Mendengar Pidato Pembelotan Ranggalawe
Lihat Juga :