Kisah Syekh Magelung Sakti, Panglima Perang Mesir Penakluk Hati Nyi Mas Gandasari
Sabtu, 21 Oktober 2023 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Karomah Sunan Ampel Mampu Hidupkan Orang Mati hingga 9 Kali
Hingga usia 34 tahun dia mendapat petunjuk, yang mengharuskannya mencari guru sebagai pembimbingnya yang juga dapat memotong rambutnya. Tanpa pertimbangan, dia langsung meninggalkan istana raja Mesir yang saat itu benar-benar amat membutuhkan tenaganya.
Dengan perbekalan secukupnya dan berteman ratusan kitab, Syarif Syam mulai mengarungi belahan dunia menggunakan jukung (sejenis perahu kecil bercadik).Dalam perjalanan ini, dia mulai singgah mendatangi beberapa ulama terkenal untuk menerimanya sebagai murid.
Di antaranya Syeikh Dzatul Ulum di Libanon, Syeikh Attijani di Yaman bagian Selatan, Syeikh Qowi bin Subhan bin Arsy di Beirut, Syeikh Assamargondi bin Zubair bin Hasan India, Syeikh Muaiwiyyah As- Salam, Malaita, Syeikh Mahmud.
Kemudian Yarussalem, Syeikh Zakariyya bin Salam bin Zaab Tunisia, Syeikh Marwan bin Sofyan Siddrul Muta’alim, Campa, dan masih banyak yang lainnya. Tapi, walau begitu banyak para waliyulloh yang didatangi, tak satupun di antara mereka yang sanggup memotong rambutnya.
Baca Juga: Kesaktian Sunan Ampel Tak Tembus Ditikam Keris Lembu Peteng
Kemudian Syarif Syam ini terus berkelana pergi dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari siapa yang sanggup untuk memotong rambut panjangnya itu. Jika dia berhasil menemukannya, orang tersebut akan diangkat sebagai gurunya.
Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang pertapa sakti Resi Purba Sanghyang Dursasana Prabu Kala Sengkala, diperbatasan Selat Malaka.Dari sang Resi inilah, Syarif Syam mendapat kabar jika rambutnya dapat dipotong salah seorang wali di tanah Jawa.
Mendengar itu, Syarif Syam sangat senang dan seketika minta diri untuk langsung melanjutkan perjalanannya menuju ke tanah Jawa.Dan setibanya di pesisir Pulau Jawa, Syarif pun singgah di suatu pedesaan sambil tiada hentinya bertafakur memohon kepada Allah SWT.
Dalam bertafakur dia meminta dapat dipertemukan dengan wali yang selama ini diimpi-impikannya.Dan tepat pada malam Jum’at Kliwon, di tengah keheningan malam, Syarif Syam mendapat petunjuk jika wali yang ditemuinya berada di Cirebon, yakni Sunan Gunung Jati.
Baca Juga: Kisah Sunan Ampel dan Petuah Jawa Moh Limo yang Melegenda
Hingga akhirnya Syarif Syam tiba di Cirebon. Dan benar saja, ketika di Cirebon inilah Syarif bertemu dengan orang tua yang dengan mudahnya memotong rambut dia. Tempat dimana rambut Syarif Syam berhasil dipotong kemudian diberi nama Karanggetas.
Orang tua itu kemudian belakangan diketahui bernama Sunan Gunung Jati sesuai dengan nazarnya akhirnya menjadi guru dari Syekh Magelung Sakti dan dia langsung berganti nama menjadi Pangeran Soka.
Hingga usia 34 tahun dia mendapat petunjuk, yang mengharuskannya mencari guru sebagai pembimbingnya yang juga dapat memotong rambutnya. Tanpa pertimbangan, dia langsung meninggalkan istana raja Mesir yang saat itu benar-benar amat membutuhkan tenaganya.
Dengan perbekalan secukupnya dan berteman ratusan kitab, Syarif Syam mulai mengarungi belahan dunia menggunakan jukung (sejenis perahu kecil bercadik).Dalam perjalanan ini, dia mulai singgah mendatangi beberapa ulama terkenal untuk menerimanya sebagai murid.
Di antaranya Syeikh Dzatul Ulum di Libanon, Syeikh Attijani di Yaman bagian Selatan, Syeikh Qowi bin Subhan bin Arsy di Beirut, Syeikh Assamargondi bin Zubair bin Hasan India, Syeikh Muaiwiyyah As- Salam, Malaita, Syeikh Mahmud.
Kemudian Yarussalem, Syeikh Zakariyya bin Salam bin Zaab Tunisia, Syeikh Marwan bin Sofyan Siddrul Muta’alim, Campa, dan masih banyak yang lainnya. Tapi, walau begitu banyak para waliyulloh yang didatangi, tak satupun di antara mereka yang sanggup memotong rambutnya.
Baca Juga: Kesaktian Sunan Ampel Tak Tembus Ditikam Keris Lembu Peteng
Kemudian Syarif Syam ini terus berkelana pergi dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari siapa yang sanggup untuk memotong rambut panjangnya itu. Jika dia berhasil menemukannya, orang tersebut akan diangkat sebagai gurunya.
Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang pertapa sakti Resi Purba Sanghyang Dursasana Prabu Kala Sengkala, diperbatasan Selat Malaka.Dari sang Resi inilah, Syarif Syam mendapat kabar jika rambutnya dapat dipotong salah seorang wali di tanah Jawa.
Mendengar itu, Syarif Syam sangat senang dan seketika minta diri untuk langsung melanjutkan perjalanannya menuju ke tanah Jawa.Dan setibanya di pesisir Pulau Jawa, Syarif pun singgah di suatu pedesaan sambil tiada hentinya bertafakur memohon kepada Allah SWT.
Dalam bertafakur dia meminta dapat dipertemukan dengan wali yang selama ini diimpi-impikannya.Dan tepat pada malam Jum’at Kliwon, di tengah keheningan malam, Syarif Syam mendapat petunjuk jika wali yang ditemuinya berada di Cirebon, yakni Sunan Gunung Jati.
Baca Juga: Kisah Sunan Ampel dan Petuah Jawa Moh Limo yang Melegenda
Hingga akhirnya Syarif Syam tiba di Cirebon. Dan benar saja, ketika di Cirebon inilah Syarif bertemu dengan orang tua yang dengan mudahnya memotong rambut dia. Tempat dimana rambut Syarif Syam berhasil dipotong kemudian diberi nama Karanggetas.
Orang tua itu kemudian belakangan diketahui bernama Sunan Gunung Jati sesuai dengan nazarnya akhirnya menjadi guru dari Syekh Magelung Sakti dan dia langsung berganti nama menjadi Pangeran Soka.
Lihat Juga :