Kisah Raja Dewa Niskala Langgar Aturan setelah Perang Bubat
Kamis, 19 Oktober 2023 - 06:22 WIB
loading...
A
A
A
Apalagi kala itu Kerajaan Galuh terpecah menjadi dua bagian usai raja Galuh Rahyang Wastu wafat. Kerajaan Galuh kemudian terpecah menjadi dua bagian, pecahan pertama dipimpin oleh Raja Dewa Niskala, pecahan kedua dipimpin oleh Raja Susuktunggal. Raja Dewa Niskala dan Raja Susuktunggal ini memiliki gelar yang sama.
Maka ulah Dewa Niskala menikah dengan perempuan Majapahit dianggap Raja Susuktunggal dianggap melanggar perjanjian. Mengingat saat itu Kerajaan Sunda Galuh telah menyepakati masyarakat Sunda, tidak boleh menikah dengan masyarakat Jawa, khususnya Majapahit setelah terjadi Perang Bubat.
Pelanggaran ini membuat Raja Susuktunggal melampiaskan kemarahannya dengan bertarung melawan Raja Dewa Niskala. Sebab persoalan melanggar hukum saja, tapi sudah berhubungan harga diri masyarakat Sunda.
Agar peperangan tidak berlanjut, akhirnya Dewan Penasihat kedua kerajaan saling bertemu, dan membuat kesepakatan yang saling menguntungkan. Jalan perdamaian ditempuh dengan pengangkatan penguasa baru yakni bernama Jayadewata atau sering dikenal dengan Prabu Siliwangi.
Maka ulah Dewa Niskala menikah dengan perempuan Majapahit dianggap Raja Susuktunggal dianggap melanggar perjanjian. Mengingat saat itu Kerajaan Sunda Galuh telah menyepakati masyarakat Sunda, tidak boleh menikah dengan masyarakat Jawa, khususnya Majapahit setelah terjadi Perang Bubat.
Pelanggaran ini membuat Raja Susuktunggal melampiaskan kemarahannya dengan bertarung melawan Raja Dewa Niskala. Sebab persoalan melanggar hukum saja, tapi sudah berhubungan harga diri masyarakat Sunda.
Agar peperangan tidak berlanjut, akhirnya Dewan Penasihat kedua kerajaan saling bertemu, dan membuat kesepakatan yang saling menguntungkan. Jalan perdamaian ditempuh dengan pengangkatan penguasa baru yakni bernama Jayadewata atau sering dikenal dengan Prabu Siliwangi.
(hri)
Lihat Juga :