Poliandri Berujung Maut, 6 Pelaku Penyerangan Brutal di Gowa Dilumpuhkan Polisi
Jum'at, 06 Oktober 2023 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pandawara Group Turun Langsung Bersihkan Sampah Pantai Cibutun usai Unggahannya Bikin Panas Telinga
Dalam penggerebekan di rumah panggung yang ada di Kabupaten Gowa, polisi berhasil menangkap satu tersangka penyerangan brutal dan menemukan dua senjata tajam yang digunakan menikam ketiga korban tewas. Senjata tajam itu berupa badik dan parang, yang telah dikubur di bawah rumah tersangka.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Setyo Boedi Moempoeni Harso mengatakan, enam pelaku penyerangan brutal ini ditangkap di Kabupaten Gowa, dan di Kota Palu. "Tim gabungan melakukan pengejaran selama empat hari, dan berhasil menangkap enam pelaku. Seluruh pelaku dibawa ke Polda Sulawesi Selatan, untuk menjalani pemeriksaan," tegasnya.
![Poliandri Berujung Maut, 6 Pelaku Penyerangan Brutal di Gowa Dilumpuhkan Polisi]()
Setyo menambahkan, dua pelaku penyerangan brutal tersebut terpaksa ditembak kakinya, karena melawan saat akan ditangkap. "Motif penyerangan brutal ini karena suami pertama cemburu dan dendam dengan suami kedua. Penyerangan brutal itu melibatkan anak kandung suami pertama," ungkapnya.
Dalam penggerebekan di rumah panggung yang ada di Kabupaten Gowa, polisi berhasil menangkap satu tersangka penyerangan brutal dan menemukan dua senjata tajam yang digunakan menikam ketiga korban tewas. Senjata tajam itu berupa badik dan parang, yang telah dikubur di bawah rumah tersangka.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Setyo Boedi Moempoeni Harso mengatakan, enam pelaku penyerangan brutal ini ditangkap di Kabupaten Gowa, dan di Kota Palu. "Tim gabungan melakukan pengejaran selama empat hari, dan berhasil menangkap enam pelaku. Seluruh pelaku dibawa ke Polda Sulawesi Selatan, untuk menjalani pemeriksaan," tegasnya.

Setyo menambahkan, dua pelaku penyerangan brutal tersebut terpaksa ditembak kakinya, karena melawan saat akan ditangkap. "Motif penyerangan brutal ini karena suami pertama cemburu dan dendam dengan suami kedua. Penyerangan brutal itu melibatkan anak kandung suami pertama," ungkapnya.
Lihat Juga :