Pelecehan Seksual Berkedok Penelitian, Rektor UNU Yogya: BA Punya Problem Kejiwaan

Selasa, 04 Agustus 2020 - 02:02 WIB
loading...
Pelecehan Seksual Berkedok...
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
YOGYAKARTA - Kasus pelecehan seksual kepada para mahasiswi berkedok untuk riset swinger atau praktik pertukaran pasangan seks diduga terjadi diYogyakarta.

Hal ini setelah viral video pengakuan dari pelaku beredar di media sosial (medsos), Minggu (2/8/2020). Pelaku dalam video itu mengaku bernama BA pernah mengejar di UNU Yogyakarta dan alumni UGM. (BACA JUGA: Geger Aksi Dosen Lakukan Pelecehan Seksual Berkedok Penelitian )

Rektor UNU Yogyakarta Prof Purwo Santoso mengatakan, BA memang sempat membantu pengembangan UNU Yogyakarta. Namun BA bukan dosen, baik tetap maupun tidak tetap. Hal tersebut juga sudah dikonfirmasi kepada BA. Sehingga tidak ada hak menggunakan nama UNU dalam akivitasnya. (BACA JUGA: Cabuli Anak Tiri, Ayah Bejat di Musi Rawas Dipergoki Istri )

“BA dalam konfirmasinya mengaku mencatut nama UNU Yogyakarta. Untuk itu, BA tidak ada hubugannya dengan UNU Yogyakarta. Bamun karena tidak bisa memantau aktivitas BA tidak hari, sehingga BA tetap leluasa mengunakan nama UNU Yogyakarta,” kata Purwo saat dikonfirmasi SINDOnews, Senin (3/8/2020). (BACA JUGA: Mengaku HRD, Sopir Angkot Peras dan Tiduri 4 Wanita Pencari Kerja )

Purwo mengemukakan, sesuai aturan, seorang dosen di perguruan tinggi harus memiliki nomor induk dosen nasional (NIDN). NIDN ini dikeluarkan berdarakan SK yayasan atau rektor untuk diproses oleh pemerintah.

Tetapi UNU Yogyakarta belum pernah mengeluarkan SK tersebut kepada BA. “Kami belum pernah mengeluarkan SK untuk memproses dan mengangkat BA menjadi dosen UNU Yogyakarta,” tandas Purwo.

Menurut Purwo, mengajak BA mengembangkan UNU Yogyakarta karena BA ini memiliki kemampuan dalam menulis untuk memberikan motivasi kepada dosen-dosen dalam mengembangkan UNU Yogyakarta. “Jadi keterlibatan BA hanya sebatas itu. Setelah itu, udah tidak ada hubungannya lagi,” tutur Rektor.

Purwo mengungkapkan, sebenarnya masalah BA ini sudah lama diketahui, yaitu soal kejiwaan. Sehingga sepakat untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut karena itu tidak membuka ke publik.

"Kami sengaja tidak membukanya. Jika BA membikin penyataan terbuka itu sebagai pintu terbaik untuk menyelesaikan masalah,” ungkap Purwo.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani mengatakan, meski nama UGM disebut, namun hal itu tidak ada hubungannya dengan institusi.

Sehingga apa yang dilakukan oknum tersebut (BA) menjadi tanggung jawab pribadi. Namun UGM tetap menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut.

“Pimpinan UGM (tim hukum organisasi (Hukor) dan tim ULT saat ini melakukan pendataan dan mempelajari kasus ini. UGM juga siap support sivitas akademika UGM yang menjadi penyintas dan memerlukan dukungan dalam bentuk apapun,” kata Iva.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perempuan Bangsa Desak...
Perempuan Bangsa Desak Pendampingan Total Santri Korban Kekerasan Seksual Kiai di Pati
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
Kasus Pencabulan Puluhan...
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Temui Hotman Paris,...
Temui Hotman Paris, Korban Pencabulan di Ponpes Ndolo Kusumo Pati Ungkap Intimidasi dari Keluarga Pelaku
Korban Pencabulan Pendiri...
Korban Pencabulan Pendiri Ponpes Ndolo Kusumo Pati Sudah Lapor Polisi sejak 2024, tapi Malah Dapat Intimidasi
Pendiri Ponpes Ndolo...
Pendiri Ponpes Ndolo Kusumo Pati yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati Ditangkap di Wonogiri!
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
Daftar Ulang UGM Jalur...
Daftar Ulang UGM Jalur SNBT 2026 Dibuka, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan
Rekomendasi
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Berita Terkini
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Infografis
Sejarah Terbentuknya...
Sejarah Terbentuknya Tim Wingsuit Kopasgat, Minimal Punya 1.500 Jam Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved