alexametrics

Pasca-Lebaran, Stok Darah PMI Salatiga Menipis

loading...
Pasca-Lebaran, Stok Darah PMI Salatiga Menipis
Stok darah. Foto/Dok SINDOnews
A+ A-
SALATIGA - Stok darah yang dimiliki Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Salatiga saat ini menipis. Ini terjadi lantaran selama bulan Ramadan hingga Lebaran lalu PMI kesulitan mencari pendonor darah, sementara permintaan tetap sehingga jumlah stok darah menurun drastis.

Hingga hari ini stok darah yang tersimpan tinggal sekitar 45 kantong. Rinciannya, golongan darah A sebanyak lima kantong, B sebanyak 26 kantong, O sebanyak 14 kantong, dan golongan darah AB kosong.

Plt Kepala Markas PMI Cabang Kota Salatiga Sarbini menjelaskan, kebutuhan darah di Salatiga pasca-Lebaran meningkat dan stok menipis. Bahkan, stok darah yang ada terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan darah masyarakat.



"Kami terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan darah agar bisa selalu siap saat dibutuhkan. Saat ini, kami sedang berupaya untuk menambah jumlah stok darah dengan cara menggali potensi perolehan darah dari para pendonor. PMI menggelar donor darah di berbagai instansi seperti Kantor Pos dan lainnya dan membuka stan di Jalan Kartini agar tidak kehabisan stok," katanya, Kamis (6/7/2017).

Golongan darah yang paling banyak dibutuhkan adalah O, sedang yang paling sedikit AB. Meski stok darah terbatas, PMI tetap melakukan pengambilan darah sesuai dengan prosedur. Setiap darah yang diambil diperiksa dalam beberapa tahap. Ini dilakukan untuk memastikan darah dalam kondisi sehat.

Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris meminta masyarakat untuk bersedia mendonorkan darahnya ke PMI. Haris juga mengimbau kepada semua pihak untuk dapat menyisipkan acara donor darah di setiap kegiatan.

"Dengan banyaknya instansi maupun kelompok masyarakat menyelenggarakan donor darah, maka kebutuhan darah di Salatiga juga akan terpenuhi," tandasnya.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak