Momen Panas Korban Bullying dan Orang Tua Terduga Pelaku Bertemu di SDN Duren Tiga Jaksel
Kamis, 05 Oktober 2023 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
Dia diminta pihak guru menempuh jalan damai untuk meminta maaf secara langsung. Namun, A malah mendapat perlakuan tak menyenangkan dengan pernyataan tuduhan sebagai pelaku dan justru digiring ke Polres Metro Jakarta Selatan.
"Saya ditelepon agar segera datang. Sampai di gerbang belum naik ke lantai 2 langsung disetop oleh guru dan mengingatkan bahwa di atas kondisinya sudah panas. Terduga pelaku yang bapaknya anggota polisi panas, dalam artian saya diarahkan untuk meminta maaf. Saya ikuti saran guru itu untuk merendah sampai di ruangan saya datang nggak lama langsung diteriaki wah ini pelakunya," kata A.
"Saya belum menjelaskan kronologinya, tapi dari dia tidak menerima bahwa anaknya diperlakukan demikian. Saya juga tidak dikasih hak berbicara kemudian hari itu saya langsung digiring ke Polres Jakarta Selatan bersama guru-guru," tambahnya.
Dia juga mengaku diancam oleh orang tua terduga pelaku yang juga polisi. Bahkan, ancaman itu disaksikan anaknya R yang merupakan anak di bawah umur.
Akibat peristiwa itu, R trauma ketika melihat anggota kepolisian berseragam maupun baju Pramuka berwarna cokelat. “Setiap Rabu melihat baju Pramuka warna cokelat, anak saya tidak masuk sekolah karena saking takutnya," ucap A.
"Saya ditelepon agar segera datang. Sampai di gerbang belum naik ke lantai 2 langsung disetop oleh guru dan mengingatkan bahwa di atas kondisinya sudah panas. Terduga pelaku yang bapaknya anggota polisi panas, dalam artian saya diarahkan untuk meminta maaf. Saya ikuti saran guru itu untuk merendah sampai di ruangan saya datang nggak lama langsung diteriaki wah ini pelakunya," kata A.
"Saya belum menjelaskan kronologinya, tapi dari dia tidak menerima bahwa anaknya diperlakukan demikian. Saya juga tidak dikasih hak berbicara kemudian hari itu saya langsung digiring ke Polres Jakarta Selatan bersama guru-guru," tambahnya.
Dia juga mengaku diancam oleh orang tua terduga pelaku yang juga polisi. Bahkan, ancaman itu disaksikan anaknya R yang merupakan anak di bawah umur.
Akibat peristiwa itu, R trauma ketika melihat anggota kepolisian berseragam maupun baju Pramuka berwarna cokelat. “Setiap Rabu melihat baju Pramuka warna cokelat, anak saya tidak masuk sekolah karena saking takutnya," ucap A.
(jon)
Lihat Juga :