Sensasi Menikmati Kentang Madu Khas Eropa di Kaki Gunung Ijen
Senin, 03 Agustus 2020 - 21:28 WIB
loading...
A
A
A
"Disekitar sini banyak petani yang menanam kentang. Termasuk madunya dari bunga kopi. Jadi pas banget, suasana dingin, makan kentang madu ditemani kopi," katanya pada SINDOnews.
Asnanto mengungkapkan, Guest House berada diketinggian 1500 meter dari permukaan laut (MDPL) ini adalah peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1927 silam. Saat ini bangunan khas Eropa tersebut dikelola dan dilesatarikan oleh PTPN XII.
![Sensasi Menikmati Kentang Madu Khas Eropa di Kaki Gunung Ijen]()
Ia melanjutkan, saat ini bagunan kuno di kaki Gunung Ijen ini banyak dimanfaatkan untuk wisata, penginapan hingga preeweding. Bahkan beberapa waktu lalu dipakai shoting film berjudul King dengan aktris Wulan Guritno. "Ini dijadikan rumahnya, pengambilan gambar disekitar sini," ucapnya.
Bagunan dua lantai seluas 30x40 meter inipun semakin digandrungi para wisatawan. Di bawah bangunan terbuat dari hampir batu alam dan bangunan atas dari masih pakai kayu ulin. Banyak wisatawan lokal yang datang sekedar untuk berkunjung bersama keluarga, makan-makan, atau foto-foto untuk menghiasi laman sosial media.
"Rata-rata orang luar kota kalau ingin tenang, menjauhkan diri dari rutinitas disini mereka betah. Karena jauh dari perkampungan dan jaringan seluler tidak ada. Tapi ada wifi yang bisa dimatikan setiap saat," tegasnya.
Asnanto mengungkapkan, Guest House berada diketinggian 1500 meter dari permukaan laut (MDPL) ini adalah peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1927 silam. Saat ini bangunan khas Eropa tersebut dikelola dan dilesatarikan oleh PTPN XII.

Ia melanjutkan, saat ini bagunan kuno di kaki Gunung Ijen ini banyak dimanfaatkan untuk wisata, penginapan hingga preeweding. Bahkan beberapa waktu lalu dipakai shoting film berjudul King dengan aktris Wulan Guritno. "Ini dijadikan rumahnya, pengambilan gambar disekitar sini," ucapnya.
Bagunan dua lantai seluas 30x40 meter inipun semakin digandrungi para wisatawan. Di bawah bangunan terbuat dari hampir batu alam dan bangunan atas dari masih pakai kayu ulin. Banyak wisatawan lokal yang datang sekedar untuk berkunjung bersama keluarga, makan-makan, atau foto-foto untuk menghiasi laman sosial media.
"Rata-rata orang luar kota kalau ingin tenang, menjauhkan diri dari rutinitas disini mereka betah. Karena jauh dari perkampungan dan jaringan seluler tidak ada. Tapi ada wifi yang bisa dimatikan setiap saat," tegasnya.
Lihat Juga :