Strategi Propaganda PKI Jaring Pemilih Jadikan Malang Lumbung Suara Simpatisan
Sabtu, 30 September 2023 - 08:10 WIB
loading...
Partai Komunis Indonesia (PKI) kerap membuat acara-acara untuk menarik perhatian masyarakat di Jawa Timur, terutama Malang. Foto/Istimewa
A
A
A
MALANG - Partai Komunis Indonesia (PKI) kerap membuat acara-acara untuk menarik perhatian masyarakat. Apalagi di wilayah Jawa Timur, terutama Malang beberapa hiburan dan parade kerap digunakan PKI sebagai propaganda agar menarik rakyat memilih partai ini.
Sejarawan Malang Faishal Hilmy mengatakan, setiap agenda rapat akbar di beberapa daerah biasanya dirangkaikan dengan acara hiburan - hiburan. PKI tahu betul bagaimana menjaring potensi massa dari kalangan masyarakat bawah, apalagi masyarakat kala itu belum melek huruf.
“Di setiap acara ada hiburan - hiburan, karnaval - karnaval agar menarik orang mencoblos partai ini, karena partai - partai yang kultural, latar belakang ideologis, latar belakang agama, dan memilih karena itu banyak pemilih masih buta huruf,” ucap Faishal, Sabtu (30/9/2023).
Baca Juga: Mengulas Jejak Pertemuan Akbar PKI - Masyumi di Alun-alun Malang Tahun 1955
Faishal menambahkan, kala itu memang masyarakat masih awam dengan huruf pada umumnya. Justru masyarakat lebih familiar atau populer dengan huruf pegon. Maka untuk menjaring potensi pemilih di kalangan masyarakat bawah.
Bahkan, PKI tak segan-segan membaur rapat-rapat Akbar yang meriah. Selain itu mereka juga kerap menyebarkan brosur-brosur dengan menonjolkan logo partainya. Hal ini pula yang disebut Faishal, dilakukan di Malang dan sekitarnya.
Sejarawan Malang Faishal Hilmy mengatakan, setiap agenda rapat akbar di beberapa daerah biasanya dirangkaikan dengan acara hiburan - hiburan. PKI tahu betul bagaimana menjaring potensi massa dari kalangan masyarakat bawah, apalagi masyarakat kala itu belum melek huruf.
“Di setiap acara ada hiburan - hiburan, karnaval - karnaval agar menarik orang mencoblos partai ini, karena partai - partai yang kultural, latar belakang ideologis, latar belakang agama, dan memilih karena itu banyak pemilih masih buta huruf,” ucap Faishal, Sabtu (30/9/2023).
Baca Juga: Mengulas Jejak Pertemuan Akbar PKI - Masyumi di Alun-alun Malang Tahun 1955
Faishal menambahkan, kala itu memang masyarakat masih awam dengan huruf pada umumnya. Justru masyarakat lebih familiar atau populer dengan huruf pegon. Maka untuk menjaring potensi pemilih di kalangan masyarakat bawah.
Bahkan, PKI tak segan-segan membaur rapat-rapat Akbar yang meriah. Selain itu mereka juga kerap menyebarkan brosur-brosur dengan menonjolkan logo partainya. Hal ini pula yang disebut Faishal, dilakukan di Malang dan sekitarnya.
Lihat Juga :