Kisah Pilu Mahasiswi UIN Raden Intan Lampung, Kehilangan Ayah Tercinta saat Hari Wisuda

Rabu, 27 September 2023 - 17:58 WIB
loading...
Kisah Pilu Mahasiswi...
Kisah pilu dialami oleh Pitri Patmawati (21), mahasiswi Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung. Ayahnya tercintanya meninggal dunia tepat di hari wisuda. Foto/Tangkapan Layar
A A A
BANDARLAMPUNG - Kisah pilu dialami oleh Pitri Patmawati (21) seorang mahasiswi Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung yang viral di media sosial. Pitri harus menghadapi kenyataan pahit, sang ayah meninggal dunia tepat di hari yang sama saat dia seharusnya berangkat wisuda.

Meski begitu, Pitri berhasil memberikan kado terindah untuk sang ayah, dia berhasil mendapatkan predikat Cumlaude dalam wisuda tersebut.

Baca juga: Haru, Bayi 4 Bulan Gantikan Wisuda Ibunya yang Meninggal saat Melahirkan

Dalam video yang beredar, tampak Pitri mengenakan kebaya dibalut jubah dan toga memasuki ruang perawatan untuk menghampiri sangat ayah yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit.

Putri langsung mencium tangan sang ayah yang terlihat bangga melihat keberhasilan putrinya yang mengenakan selendang bertuliskan 'cumlaude'.



Tak berselang lama, video kemudian menunjukkan Pitri terduduk di lantai sembari menangisi sang ayah yang tengah ditangani dokter dan perawat.

Selanjutnya video tersebut menunjukkan sangat ayah sudah berada di dalam keranda dan dilakukan prosesi pemakaman.

Baca juga: Kisah Haru Mahasiswi Unnes Meninggal Usai Sidang Skripsi, Wisuda Diwakilkan Fotonya

Saat dikonfirmasi terkait berita tersebut, Pitri Patmawati yang berdomisili di Lampung Utara itu menceritakan, sejak awal menjalani kuliah sang ayah yang diketahui bernama almarhum Alfian Mansur itu telah mengalami sakit jantung.

"Emang ayah udah sakit-sakitan, dari awal aku kuliah sampai aku selesai," ungkapnya, Rabu (27/9/2023).

Dia menuturkan, hingga akhirnya pada Jumat 15 September 2023 ayahnya masuk Rumah Sakit Handayani yang berlokasi di Lampung Utara untuk mengecek tensi darah.

Namun, setelah dirawat inap selama lima hari kondisi sang justru tidak ada perubahan. Hingga, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek, Bandarlampung.

"Nah, di Abdoel Moeloek itu ayah bilang jangan tinggalin ayah ya. Karena saya memang tinggal di Bandarlampung ngekost, jadi saya temenin ayah Rumah di Sakit Abdoel Moeloek. Padahal itu H-1 dari wisuda jadi saya mau nyiapin buat wisuda, baju belum digosok, jadi saya tetap gosok di rumah sakit," jelasnya.

Kemudian, meski menyiapkan pakaian di Rumah Sakit namun Pitri Patmawati tetap harus pulang ke kostnya lantaran, masih ada hal lain yang harus disiapkan.

"Akhirnya saya pulanglah diizinin sama ayah," tuturnya.

Hari wisuda pun tiba, Pitri Patmawati mengungkapkan, saat itu dia berangkat pagi menuju UIN Raden Intan Lampung. Siangnya, sang ayah menelpon Pitri meminta agar dibawakan nasi sambal.

"Jadi saya masuk ke ruangan ayah masih pake baju wisuda (Toga). Ayah lagi tidur. Terus saya bangunin, dia cuma melek aja. Terus saya ngomong, yah foto yuk. Terus katanya enggak ah, ayah kucel. Besok pagi aja, tunggu ayah abis mandi jadi ayah fresh. Terus saya tetep bilang, di sini aja lho yah di bed aja gak kemana-mana. Enggak ayah masih kucel. Akhirnya kami enggak foto lah karena enggak mau," ujar Fitri.

Selanjutnya pada pukul 15.00 Wib tepat di tanggal 23 September 2023, Pitri pamit untuk melakukan foto studio dan diizinkan oleh sang ayah.

"Saya enggak ada firasat apa-apa kan, karena udah diizinin. Eh, jam setengah 6 (17.30) itu saya di telepon, dibilangin kalau ayah udah koma, jantungnya udah ditekan-tekan," kata Pitri.

"Langsung aku ke rumah sakit, karena jarak dari parkiran ke ruangan ayah itu lumayan jauh. Sampe di ruangan ayah saya udah gak pake sendal, langsung lari liat ayah udah udah koma," sambungnya.

"Saat itu aku masih pake kebaya karena abis foto. Terus udah itu, gak sempet ngobrol apapun, dia cuma ngeliat saya pake toga terus aku salim terus tidur lagi. Jadi aku cuma ngelepas (Kepergian ayah) itu aja," tambahnya.

Disinggung, apakah ada kata-kata yang selalu diingat oleh Pitri dari sang ayah.

"Mau gimana pun caranya, mau gimana pun kondisinya kamu harus selesai (kuliah)," pungkas Pitri menirukan pesan almarhum.

"Yah, Alhamdulillah Pitri juga ini selesai itu enggak lama, 3 tahun 9 bulan. Alhamdulillah Cumlaude dan IPK 3,6. Dan hari ini ayah ulang tahun ke-58," pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Universitas Budi Luhur...
Universitas Budi Luhur Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Mahasiswi
Wakapolda Papua Barat:...
Wakapolda Papua Barat: Tata Kelola Kebijakan Sebaiknya Berbasis Risiko
Mahasiswi Tewas di Apartemen...
Mahasiswi Tewas di Apartemen Bekasi usai Tenggak Obat Penggugur Kandungan
Lindungi Mahasiswi Korban...
Lindungi Mahasiswi Korban Tabrak Penjambret, Kapolresta Yogyakarta: Kalau Pelaku Lapor, Kita Tolak
Wisuda UNOSO Dihadiri...
Wisuda UNOSO Dihadiri Rocky Gerung, Gories Mere, hingga Mahfud MD
Wisuda UMB di ICE BSD,...
Wisuda UMB di ICE BSD, Tekankan Pendidikan Berdampak untuk Masa Depan Berintegritas
Azriel Bakal Wisuda...
Azriel Bakal Wisuda Bareng Anang dan Ashanty di Unair, Sebut Kado Terbesar Tahun Ini
Kombinasi Teknologi...
Kombinasi Teknologi dan Kepekaan Sosial, Kunci Lulusan Perguruan Tinggi Hadapi Era Digital
Wisuda Untar Angkat...
Wisuda Untar Angkat Semangat Generasi Unggul, Berkarakter, dan Bebas Narkoba
Rekomendasi
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved