Diyakini Punya Khasiat, Pasir Pantai Kejawanan Cirebon Diteliti

Selasa, 26 September 2023 - 09:56 WIB
loading...
Diyakini Punya Khasiat,...
Potret keindahan Pantai Kejawanan di Cirebon. Foto/Istimewa/Pantainesia
A A A
BANDUNG - Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisiasi melakukan penelitian terhadap pasir di Pantai Kejawanan Cirebon, merespon banyaknya anggapan masyarakat, pasir di pantai tersebut mampu menyembuhkan penyakit.

Kepala Pelabuhan Perikanan Nasional Sarwono selaku pengelola pantai Kejawanan menuturkan, masyarakat banyak meyakini bahwa lumpur pasir di Kejawanan dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti rematik, asam urat, penyakit kulit, diabetes melitus, hingga stroke.

Tidak heran jika banyak masyarakat yang berendam di lumpur pasir tersebut dengan harapan bisa menyembuhkan penyakit yang dideritanya.

Pengakuan akan khasiat dan terapi pasir ini sayangnya belum dibuktikan secara ilmiah dan hanya berupa mitos berdasarkan keyakinan masyarakat.

Baca Juga: 6 Khasiat Air Rebusan Jahe, Nomor 5 Menurunkan Kadar Kolesterol

Karena itu, tim mahasiswa Universitas Padjadjaran dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta Fakultas Keperawatan mencoba melakukan riset untuk mengetahui sejauh mana khasiat lumpur pasir di pantai Kejawanan.

Tim riset tersebut bernama “Seraphy” beranggotakan Hadi Firdaus (Ilmu Kelautan), Nabyla Nur’aeni (Keperawatan), Andriano Sembiring (Ilmu Kelautan), Mala Dewi Sopa (Ilmu Kelautan), dan Annisa Zahra (Ilmu Kelautan) di bawah bimbingan dosen FPIK Dr. rer. nat.

Santi Rukminita Anggraeni, M.Si. Tim ini berhasil mendapatkan pendanaan dalam Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE) Kemendikbudristek 2023.

Tim melakukan kajian oseanologi dan kesehatan terhadap pasir di pantai Kejawanan pada 29 Juli – 3 Agustus 2023 lalu. Tim melakukan pengumpulan data meliputi data oseanologi dan kesehatan.

Baca Juga: Khasiat Air Masjid Tertua di Pulau Jawa, Diyakini Usir Semua Penyakit

Data oseanologi berupa parameter fisika dan kimia air laut dan sedimen pasir. Sementara data kesehatan berupa responden dari pengunjung pantai yang telah melakukan terapi pasir.

Berdasarkan pengujian laboratorium dari sedimen pasir, telah ditemukan unsur besi (Fe). Kandungan besi membuat pasir dapat menyerap radiasi matahari. Hal ini membuat pasir menjadi hangat.

Panas pada pasir akan diserap oleh kulit dan membuat pembuluh darah melebar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.

“Temuan ini selaras dengan data responden pengunjung yang telah melakukan terapi, bahwa tekanan darah responden menurun setelah dilakukannya terapi,” kata Hadi.

Saat pantai surut, gundukan pasir menjadi timbul ke permukaan membentuk daratan kecil. Di lokasi tersebut pengunjung melakukan terapi atau pun sekadar bermain pasir.

Hal ini didukung dengan kondisi pantai Kejawanan yang berada di kawasan laut Jawa yang memiliki arus tidak terlalu kencang serta ditambah tiupan angin yang tidak terlalu kencang.

“Dari beberapa kondisi tersebut, dapat diketahui bahwa terapi pasir di Kejawanan dapat dilakukan saat waktu surut dengan aman,” tambah Hadi.

Atas riset awal tersebut, tim selanjutkan akan membuat rekomendasi terapi yang aman dan berkelanjutan di pantai Kejawanan dengan mempertimbangkan aspek oseanologinya. Rekomendasi ini akan disusun dalam bentuk buku saku.

Selain itu, hasil penelitian pun akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Riset ini pun didukung penuh oleh Sarwono. Penelitian yang dilakukan mahasiswa Unpad diharapkan dapat membuktikan informasi mengenai terapi pasir di Kejawanan.

“Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan metode sea sand therapy ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Deteksi Kesehatan Dini...
Deteksi Kesehatan Dini di Cirebon, 6 dari 10 Peserta Berisiko Tinggi
Gebrakan Pelindo Diapresiasi,...
Gebrakan Pelindo Diapresiasi, Hasil Survei: 85% Lebih Pelanggan Puas
Batu Andesit Cirebon...
Batu Andesit Cirebon dan Pentingnya Peran Industri Lokal dalam PSN
55 Kendaraan Dilayani...
55 Kendaraan Dilayani di Bengkel CNG Cirebon selama Musim Mudik
Imbas Pembatasan Masuk...
Imbas Pembatasan Masuk Tol dan One Way, Antrean Truk dan Bus Mengular di Pantura Cirebon
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Cek Rasio Keketatan...
Cek Rasio Keketatan 14 Jurusan SV Unpad di SNBT 2026, Ini Daftarnya
Rekomendasi
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
7 Negara Tertua di Dunia,...
7 Negara Tertua di Dunia, Lahir sebelum Dunia Punya Peta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved